3 Cara Mencegah Bullying di Kalangan Pelajar

ERUDISI.COM – Miris, itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi dunia pendidikan di Indonesia yang dipenuhi dengan aksi bullying.

Apa yang dimaksud bullying? Aksi bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan yang lebih dominan yang dilakukan secara berulang kali dengan tujuan untuk mengganggu kenyamanan orang lain atau melukai fisik dan mental orang lain yang lebih lemah.

Dengan bahasa yang lebih sederhana, di kalangan pelajar, bullying bisa diartikan sebagai segala bentuk tindak kekerasan yang biasanya dilakukan oleh senior (kakak kelas) kepada juniornya (adik kelas). Baik itu dilakukan di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Untuk meminimalisir aksi bullying, di bawah ini akan kami bahas tiga cara mencegah bullying atau tips untuk mencegah aksi bullying di kalangan pelajar.

3 Cara Mengatasi Bullying

Bina relasi antara pelajar, guru dan wali murid  Hal ini diperlukan dan cukup penting. Dengan adanya relasi yang baik antara wali murid, guru dan pelajar, benih-benih aksi bullying bisa dicegah. Kenapa? Tentu saja, karena dengan adanya relasi yang baik tersebut, guru dan wali murid dapat mengawasi, menjaga serta dapat berkomunikasi dengan baik kepada para pelajar. Baik itu kepada pelajar yang rawan menjadi korban maupun pelajar yang memiliki benih atau bibit untuk melakukan aksi bullying.

Dengan adanya relasi yang dibangun dengan baik tersebut, tentu saja para pelajar akan merasa aman dan ‘dekat’ untuk menceritakan segala permasalahannya di sekolah, baik itu kepada guru ataupun kepada orang tuanya.

Ajarilah anak-nak untuk melindungi dirinya sendiri sedari dini – Ini juga sangat penting dan memerlukan peran orang tua untuk lebih serius lagi menanggapi aksi bullying. Ajarilah anak-anak untuk memiliki sikap self defense (pertahanan diri). Sikap self defense di sini berarti menghindarkan diri dari teman maupun kakak kelas (senior) yang berpotensi melancarkan aksi bullying agar dirinya tidak menjadi korban.

Selain itu, hal yang tidak boleh dilupakan adalah, jangan biasakan anak untuk membawa benda-benda mahal ataupun uang yang berlebih ke sekolah, karena dengan membawa uang yang berlebih dan barang mewah ke sekolah, dapat berpotensi menyebabkan anak-anak menjadi korban aksi bullying.

Jangan menganggap remeh aksi bullying – Hal ini yang perlu diluruskan di kalangan orang tua di Indonesia, karena kebanyakan orang tua di Indonesia masih menganggap aksi bullying merupakan bagian dari hal lumrah dan atau dianggap sudah menjadi tradisi yang perlu dilakukan oleh senior kepada junior.

Sejatinya pandangan ini adalah pandangan yang salah besar, dan sudah saatnya untuk mengubah persepsi. Ini menjadi semakin penting, karena bisa jadi korban bullying akan menderita dan mengalami trauma berkepanjangan, bahkan mungkin tidak akan hilang sepanjang hidupnya. Dalam kasus yang lebih ekstrim, korban bullying akan mengalami trauma berat, mereka akan merasa depresi, gila, hingga bunuh diri.

Karena itu, sebagai orang tua, perlu mengawasi putra-putri mereka, dan ketika diketahui mereka menjadi korban bullying, secepatnya cari solusi dengan menghubungi pihak sekolah atau guru mereka. Karena jika dibiarkan sangat merugikan masa depan mereka.

Itulah beberapa tips atau cara yang bisa dilakukan untuk mencegah maupun meminimalisir aksi bullying di kalangan pelajar. Meskipun aksi bullying bisa dikatakan sulit untuk dihilangkan, namun dengan tindakan-tindakan preventif, sedikit banyak aksi bullying di kalangan pelajar dapat ditekan seminimal mungkin.

BAGIKAN
Nino Artikel adalah Pria Jawa kelahiran Sumatera Selatan yang memiliki hobi membaca dan menulis. Minat serta tekat menjadi blogger profesional sudah dilalui dari tahun 2011. Selain seorang freelancer, sesuai dengan namanya, juga adalah seorang penulis artikel.