3 Hal yang Harus Kamu Hindari Saat Menganggur

Menjadi pengangguran bukanlah idaman bagi setiap orang. Bahkan setiap orang takut akan hal ini. Tetapi karena keadaan yang ada terkadang memaksa seseorang untuk tidak bekerja dan memiliki predikat sebagai pengangguran.

Pengangguran bisa karena PHK masal ataupun karena memang baru saja lulus kuliah dan belum mendapat kesempatan untuk bekerja, atau juga ketika Anda masih menunggu review dan undangan wawancara.

Iklan

Pada saat ini lah tekanan yang sangat kuat akan menimpa orang-orang yang belum memiliki pekerjaan atau lebih sering dikenal dengan menganggur. Karena berbagai macam tekanan dari berbagai arah ini terkadang membuat seseorang menjadi labil dalam mentalnya yang membuat diri Anda kurang bisa menjaga emosi dan juga pemikiran serta keadaan jiwa.

Oleh karena itu ketika Anda masih dalam keadaan menganggur, hindari 3 hal berikut ini.

1. Mudah marah dan tak bisa menjaga emosi

Ketika anda dalam posisi menganggur Anda akan menjadi pribadi yang berbeda pribadi yang dulu. Anda tidak seramah sebelumnya, Anda akan menjadi pribadi yang mudah emosional, menjadi pribadi mudah tersinggung akan sesuatu dan hal-hal yang kecil dan Anda akan mudah tersinggung dengan candaan-candaan kecil. Hal ini terjadi karena diri Anda merasa rendah, merasa kalah. Hal ini terjadi karena berbagai macam tekanan dan depresi yang ada.

Karena seorang pengangguran terkadang memiliki beban-beban pikirannya tersendiri. Baik karena hutang, keluarga, anak dan istri. Oleh karena itu ketika Anda dalam posisi menganggur cobalah untuk mulai berpikir positif dan menenangkan diri.

Iklan

Karena jika hal ini tidak Anda kendalikan maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Anda tidak menyadari bahwa anda melakukan hal-hal yang di luar batas kewajaran Anda pada umumnya. Serta hal yang harus dimaklumi adalah penilaian dan tanggapan orang lain kepada diri anda.

Oleh karena itu Anda harus menerima bahwa diri Anda memang seorang pengangguran dan dalam keadaan menganggur. Setelah Anda menerima hal ini Anda harus mencoba untuk legowo terhadap lingkungan sekitar Anda. Pada kondisi seperti ini Anda harus mulai berfikir bagaimana saya bisa mendapatkan pekerjaan yang lainnya, bagaimana saya harus mencari solusi dari semua ini dan membuang penilaian-penilaian negatif orang lain kepada diri anda serta perasaan rendah Anda.

Tetapkan keyakinan dalam hati bahwa tidak selamanya anda akan menganggur. Dengan hal ini maka optimisme yang ada di dalam diri Anda akan segera bangkit dan akan membuat diri Anda menjadi pribadi yang lebih kuat daripada Anda tidak menerima keadaan dan menjadi pemarah atau emosional.

2. Berputus asa

Ingatlah jika putus asa itu tidak akan menyelesaikan masalah dan berputus asa hanya dilakukan oleh orang-orang yang lemah. Orang-orang yang dalam tekanan yang tinggi penuh depresi dan stress yang tinggi memang sangat rentan sekali untuk berputus asa. Ada seseorang yang di PHK dipecat dan berputus asa hingga ingin bunuh diri. Akan tetapi sekarang dia membuka bisnis biro umrah dengan penghasilan milyaran rupiah.

Oleh sebab itu jika dalam posisi yang teramat sulit maka kita tetap dilarang untuk berputus asa. Karena putus asa hanya akan membuat pemikiran kita tertutup, inovasi-inovasi yang ada dalam diri kita menjadi tertutup. Seakan kita itu tidak berdaya dan tidak mampu untuk melakukan apa-apa.

Padahal jika kita mau melihat banyak kisah-kisah sukses dari para pengusaha sukses yang kebanyakan mereka telah mengalami kegagalan-kegagalan yang lebih besar daripada yang kita alami. Akan tetapi mereka tidak berputus asa bahkan mereka bisa bangkit dan bisa mendapatkan kesuksesan yang bisa kita lihat sekarang ini.

Contoh Ustad Yusuf Mansur pernah mengalami kegagalan dalam usaha akan tapi sekarang bisa kita lihat kesuksesan beliau, Ipho santoso atau anda bisa membaca buku dari Chairul Tanjung Si Anak Singkong.

Di situ Anda akan mendapatkan sebuah pemahaman. Jika ternyata beliau orang yang sangat sukses sekarang ini dahulu juga pernah gagal dalam berusaha. Oleh karena itu berputus asa bukanlah jalan dan bukan juga pilihan.

3. Berpikir instan

Orang yang berada dalam tekanan dan dalam keadaan jiwa yang tidak stabil. Apalagi ketika mereka hidup di kota metropolitan yang penuh dengan tekanan dan besarnya beban hidup. Biasanya akan berpikiran instan. Dari hal ini akan muncul banyak sekali tindakan kriminalitas dari pencurian, begal, penjambretan dan berbagai hal yang lainnya.

Jika Anda dalam keadaan menganggur tidak memiliki pekerjaan dan penuh tekanan. Tetap Anda tidak boleh berpikir instan untuk melakukan tindakan kriminal yang dapat membahayakan hidup Anda dan masa depan Anda. Karena jika anda sekali melakukan tindakan kriminal kemudian Anda ketahuan, Anda dihakimi masa maka inilah akhir hidup Anda atau Anda tertangkap polisi terpenjara inilah akhir hidup Anda.

Padahal jika Anda mau bertaqorub sejenak mendekatkan diri kepada Allah, mau menenangkan diri, mau berdiskusi dengan anak ataupun istri dan kerabat, saudara ataupun orang tua. Bisa saja ini adalah jalan dan solusi atau bahkan dari diskusi yang Anda lakukan Anda bisa menemukan jalan atau bahkan ternyata dari kerabat dekat Anda ada yang membutuhkan tenaga sehingga Anda bisa kembali bekerja.

Inilah 3 hal yang tidak boleh kita lakukan ketika kita dalam posisi penuh tekanan dan menganggur. Yaitu kita tidak boleh berputus asa, kita tidak boleh berpikir instan dan kita harus bisa menahan emosi dan amarah yang ada di dalam diri kita ini.

Iklan
loading...
BAGIKAN
iman adalah seorang blogger yang suka menulis dan berbagi dengan erudisi sebagai media penyampai ide dan informasi. Fokus Blogging di erudisi mulai 7 juli 2016. pin : 5F28E6EC