3 Nasehat Ibu Afifah Afra untuk Novelis Pemula

Biasanya penulis pemula adalah orang-orang yang memiliki gairah yang tinggi untuk menulis akan tetapi dia tidak tahu bagaimana cara dia menulis, apa yang ingin dia tulis, bagaimana merangkai cerita dan bagaimana membuat sebuah novel dari penggalan-penggalan cerita yang telah dibuat.

Berikut ini adalah nasehat dari ibu Afifah Afra, seorang penulis senior dan juga pemilik dari salah satu perusahaan penerbitan buku, serta sekaligus menjabat sebagai ketua forum lingkar pena Jawa Tengah untuk para penulis pemula yang ingin merangkai sebuah cerita dan ingin menjadikan ceritanya memiliki alur yang menarik dan enak untuk dibaca.

Iklan

1. Membuat setting atau tempat

Seorang penulis harus mampu menggambarkan secara jelas dan rinci, ketika mendeskripsikan sebuah setting (tempat) cerita itu berlangsung. Apakah di pedesaan ataukah di perkotaan. Apakah tempat kejadian itu berada dalam lingkungan yang kumuh atau juga bisa berada di taman yang indah. Dengan mendeskripsikan secara tersirat sebuah setting cerita akan memperkuat alur dan penokohan serta memperkuat karakter cerita yang Anda buat.

2. Membuat dan memperkuat karakter tokoh

Tidak mungkin sebuah cerita bisa berlangsung tanpa adanya tokoh atau pemeran dalam sebuah cerita. Di dalam cerita yang anda buat pasti harus ada tokoh utama, pemeran pembantu, dan juga tokoh antagonis atau musuh dari tokoh utama.

Karena biasanya tokoh utama itu bersifat protagonis atau berkarakter baik. Untuk karakter ini Anda bisa membuat sesuai selera Anda. Apakah tokoh utama Anda yang Anda buat adalah seorang yang baik hati, lembut, penyayang, ataukah seseorang yang tegas atau juga adalah seseorang yang lemah.

Oleh karena itu seorang penulis harus bisa menuliskan secara tersirat tentang tokoh dan karakter yang dimiliki oleh masing-masing pemain. Mulai dari tokoh utama, tokoh antagonis, tokoh protagonis, dan seluruh tokoh yang ada di dalam cerita yang Anda buat.

Iklan

3. Menciptakan konflik dalam cerita

Konflik dalam cerita tidak akan menarik jika karakter dari tokoh yang dibuat tidak kuat dan tidak mengena di hati pembaca. Oleh karena itu sebelum menciptakan konflik Anda harus benar-benar menciptakan sifat atau karakter dari tokoh yang Anda buat. Ketika karakter dan sifat dari tokoh yang Anda buat sudah kuat maka alur cerita sudah bisa Anda buat sesuai selera anda.

Untuk membuat klimaks dalam sebuah cerita biasanya penulis akan membenturkan antara dua karakter dalam tokoh tersebut. Sehingga menimbulkan konflik dalam cerita yang akan menimbulkan intrik dan drama yang indah untuk dilihat atau dibaca.

Inilah beberapa ilmu yang saya dapatkan ketika mengikuti seminar bersama ibu Afifah Afra yang bisa saya tangkap sesuai dengan pemahaman saya, semoga bermanfaat.

Iklan
BAGIKAN
iman adalah seorang blogger yang suka menulis dan berbagi dengan erudisi sebagai media penyampai ide dan informasi. Fokus Blogging di erudisi mulai 7 juli 2016. pin : 5F28E6EC