Budidaya Hortikultura Seledri

Seledri (Apium Graveolens) adalah sayuran daun dan tanaman obat yang bisa digunakan sebagai bumbu masakan. Daunnya digunakan untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Seledri adalah tanaman kecil, tingginya kurang dari 1 meter.

Di Indonesia orang-orang hanya memanfaatkan pada bagian daunnya saja. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa yaitu daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.

Penanaman

Tanaman seledri dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi, tetapi untuk hasil optimal penanamannya dilakukan pada ketinggian antara 1.000-1.200 m. Tanaman seledri sebelumnya perlu disemai terlebih dahulu. Caranya sebagai berikut :

  1. Siapkan bedengan dengan lebar antara 80-100 cm, diolah dicampur pupuk kandang.
  2. Setelah tanah bedengan dirapikan, benih seledri ditabur rata tidak boleh menumpuk agar pertumbuhannya seragam.
  3. Kemudian ditutup memakai campuran tanah, pupuk kandang, serbuk gergaji atau sekam. Setelah itu disiram dan ditutup memakai karung agar tanahnya lembab dan merangsang perkecambahan.
  4. Setelah 10 hari tanaman akan tumbuh, penutup diambil. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari. Setelah berumur 45-50 hari bibit siap ditanam.

Cara pengolahan lahan yaitu membuat bedengan berukuran 80-100 cm. Jarak antar bedeng 40 cm. Pupuk kandang dicampur rata di atas bedengan. Tanaman seledri biasanya membutuhkan air banyak di musim kemarau.

Pemupukan

Untuk pemupukan dalam satu musim tanam antara dua sampai tiga kali.

1. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 10-15 hari setelah anam dengan dosis ZA=100 kg/ha, urea=50 kg/ha, dan KCl=100 kg/ha.

2. Pemupukan kedua dilakukan saat tanaman berumur 30 hari dengan dosis ZA=100 kg/ha.

3. Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur 45 hari dengan dosis 100 kg/ha.

Panen

Tanaman seledri dapat dipanen ketika pertumbuhannya telah maksimal dengan ditandai banyaknya daun dan telah menghasilkan anakan.

Cara memanennya dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman atau memetik batang 1-2 minggu sekali. Potong tanaman seledri pada pangkal batang secara periodik hingga pertumbuhan anakan berkurang. Untuk jenis seledri umbi, cara panennya dilakukan dengan memetik daunnya saja hingga tanaman tidak lagi produktif.

BAGIKAN