Dialog Antar Keyakinan dalam Pandangan Islam

Apa yang dikatakan Qur'an tentang dialog dengan orang-orang berbeda keyakinan?

Banyak orang beranggapan salah, bahwa muslim adalah orang-orang yang berpikiran tertutup dan tidak bersedia berdiskusi dengan orang yang berbeda keyakinan.

Padahal sesungguhnya itu sama sekali tidak benar. Qur’an memberikan petunjuk yang sangat gamblang dan terang, juga mendorong umat muslim untuk terlibat dalam dialog antar keyakinan.

Lalu apa yang dikatakan Qur’an tentang dialog antar umat beragama? Mari kita lihat:

1. Berbicara lemah lembut

Sepanjang waktu, Muslim harus menunjukkan tata krama terbaik, juga penuh kebijaksanaan saat berbicara tentang keyakinan yang berbeda. Seseorang harus mau mendengarkan secara seksama, dan membagikan opini dengan pemikiran yang hati-hati dan penuh kesabaran.

Serulah [manusia] kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 16:125)

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada [kitab-kitab] yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. (QS. 29:46)

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk [memeluk agama] Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya [1], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (125)

…. dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat [mu], dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. (QS. 6:152)

2. Menyadari bahwa Allah adalah satu-satunya pemberi petunjuk

Jangan pernah berkecil hati jika orang-orang tidak mengindahkan atau menerima keyakinan Anda, dan tidak ingin mengikuti apa yang Anda katakan. Karena Qur’an menjelaskan bahwa Allah sendiri lah satu-satunya yang memberi petunjuk (hidayah) kepada tiap-tiap hati manusia.

Tidak ada paksaan untuk [memasuki] agama [Islam]; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:256)

Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. (QS. 11:118)

Bersabarlah [hai Muhammad] dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap [kekafiran] mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. 16:127-128)

3. Tinggalkan mereka yang mengejek dan mengolok-olok keyakinan Islam

Bila Anda menemukan orang yang terus-menerus mengolok-ngolok, mengejek dan menertawakan keimanan Anda, dan tidak mau mendengar poin-poin penting dari pandangan Anda, keluarlah dan tinggalkan mereka secara baik. Jangan menjadi marah atau berbantah-bantahan, beradu argumen yang tidak jelas.

Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur’an, bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan [oleh orang-orang kafir], maka janganlah kamu duduk beserta mereka …. (QS. 4:140)

Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka mema’afkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 45:14)

Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang. (QS. 20:130)

Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam [nya]. (QS. 50:39)

loading...
BAGIKAN