Ganti Custom ROM Berbahaya untuk Ponsel Android?

Saat membeli sebuah ponsel cerdas, biasanya akan ada perbedaan mulai dari tampilan, pengaturan dan sebagainya dari ponsel lain. Bagi pengguna yang kurang puas dari segi tampilan dan yang lain maka hal akan memicu mereka untuk mengganti tampilan tersebut dengan cara mengganti Stock ROM dengan Custom ROM.

Catatan:
– Stock ROM (ROM Firmware asli bawaan pabrik)
– Custom ROM (ROM Firmware modifikasi dari berbagai jenis Android)

Setiap kali  ponsel yang hendak diganti Custom ROM maka ponsel tersebut harus di-root terdahulu dan jika ponsel sudah ter-root maka barulah kita mengganti Stock Recovery dengan Custom Recovery. Saat mengganti Stock Recovery ke Custom Recovery maka biasanya kita akan menggantinya dengan cara melalui Flashing.

Letak bahaya sering mengganti custom ROM adalah:

1. Ganti Custom ROM Melalui Proses Flashing

Mengganti Custom ROM sering melalui Flashing, padahal ponsel cerdas seperti Android sangat tidak disarankan melakukan Flashing terlalu sering. Jika terlalu sering di-Flashing maka komponen perangkat keras seperti eMMC Chip adalah menjadi sasaran utama.

✔ Populer :  Begini Cara Cek Golongan Darah Dengan Android

Jika kita kaji kembali bahwa eMMC Chip berfungsi sebagai penyimpanan sistem operasi dan tergabung dengan penyimpanan internal ponsel.

2. File Sistem Operasi Terkadang Tidak Cocok

Jika sistem bawaan ponsel “Stock ROM” biasanya sudah bisa dibilang stabil saat dijalankan karena Stock ROM diperuntukkan untuk ponsel tersebut supaya kompatibel dengan perangkat keras.

Custom ROM adalah Firmware ponsel lain yang dipaksa bisa berjalan pada ponsel yang kita inginkan bahkan terkadang ada juga yang tidak kompatibel dengan perangkat keras seperti contoh kamera tidak berfungsi dan masih banyak lagi.

3. Tidak Stabil

Pengembang sebuah merk ponsel sudah bersusah payah untuk menyempurnakan Stock ROM agar Stock ROM tersebut bisa stabil saat berjalan di perangkat keras, maka dari itu mengganti Stock ROM dengan Custom ROM bukanlah hal yang bijak karena terkadang Custom ROM tidak dapat menggerakan perangkat keras dan terkadang sering mengalami masalah.

Gejala Ponsel yang Mengalami Kerusakan yang Disebabkan Oleh Custom ROM:

1. Mengalami Bootloop

Bootloop adalah dimana ponsel tidak dapat masuk ke sistem karena ada kesalahan, entah itu kelasahan file sistem atau perangkat keras yang mengalami kesalahan sperti emmc chip tidak dapat terbaca.

✔ Populer :  Harga Oppo F1s Terbaru di Indonesia, Andalkan Kamera Depan 16 MP

2. Ponsel Mati Total

Jika ponsel mati total karena disebabkan mengganti Stock ROM dengan Custom ROM biasanya masalah ini terjadi pada penyimpanan file sistem yang dimana file sistem yang di masukan tidak cocok dengan file yang di minta oleh ponsel dan akibatnya ponsel tersebut tidak dapat hidup kembali.

Kesimpulan

Mengganti Stock ROM dengan Custom ROM bukanlah hal yang dilarang namun hal tersebut sedikit membahayakan ponsel, jika kita tidak tahu persis bagaimana cara mengganti custom rom maka lebih baik tidak usah dilakukan karena jika sampai salah file sistem yang dimasukan maka yang terjadi adalah ponsel mengalami Bootloop bahkan mati total.

Jika sudah mati total maka Software sebuah computer terkadang tidak mampu menghidupkan ponsel yang mati suri dan itu mengharuskan menggunakan alat tertentu, jika sudah begini pasti kita akan membawa ponsel tersebut ke gerai terdekat untuk di perbaiki dan biaya yang harus kita keluarkan tidaklah sedikit. Maka dari itu gunakan ponsel dengan bijak dan berhati hati.

BAGIKAN