Generasi WiFi: Hasil Perubahan dan Peralihan Zaman

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan generasi WiFi?

Memang betul zaman sekarang sudah sangat maju. Teknologi membuat semuanya jadi lebih mudah serta menciptakan manusia santai. Lihatlah, mulai dari pesatnya bisnis online shop, hanya dengan beberapa ketukan tombol smartphone, kita hanya perlu menunggu beberapa hari, lalu barang pilihan kita sampai di depan pintu. Dan masih banyak contoh-contoh kemudahan lainnya.

Sayangnya, kemudahan-kemudahan yang tercipta membuat generasi sekarang berubah. Jujur saja, dulu anak-anak bermain kelereng, bermain bola, yang semuanya adalah aktivitas fisik. Dewasa ini main bola hanya butuh tablet ataupun laptop. Kebersamaan dan sosialisasi juga sangat berkurang, karena orang lebih tertarik ‘bermain’ dengan gadget-nya masing-masing. Dan terakhir, ini yang paling nyata, adalah munculnya generasi wifi.

Wi-Fi adalah sebuah fungsi pada komputer atau laptop yang berguna untuk tersambung ke jaringan untuk mengakses internet tanpa kabel.

Lalu apa yang dimaksud generasi WiFi?

Nyatanya kita sekarang tidak hanya hidup berdampingan dengan Wi-Fi, melainkan kita begitu bergantung pada Wi-Fi. Semua hal yang akan kita lakukan pasti akan mempertimbangkan kehadiran WiFi. Jika hal yang kita tuju menyediakan WiFi, maka semakin besar peluangnya untuk kita pilih. Contoh saja, pemilihan hotel, cafe, bahkan kampus.

Dulu orang mungkin membuat kriteria pribadi. Hotel berkelas adalah hotel yang menyediakan kolam renang yang bagus. Atau apakah mereka memiliki fasilitas untuk mandi air hangat atau tidak, atau mungkin level empuknya kasur hotel tersebut. Sekarang beda. Semakin kencang kecepatan Wi-Fi suatu hotel, semakin berbintang hotel tersebut. Itu lah tolak ukur yang terjadi saat ini.

Begitu pula dengan cafe. Peluang sebuah cafe agar ramai didatangi konsumen, bergantung pula pada WiFi. Jika suatu cafe tak memiliki WiFi, rasanya cafe tersebut akan sepi.

Dulu, orang datang ke cafe, jelas untuk makan dan berbincang-bincang, paling lama, katakanlah setengah jam. Sekarang? Kita bisa lihat orang bisa bertahan sampai berjam-jam lamanya nongkrong di cafe, karena kencangnya koneksi Wi-Fi.

Bahkan sampai pada pemilihan kampus. Ukuran baik atau tidaknya akreditas sebuah kampus di mata para calon mahasiswa saat ini, salah satunya mungkin apakah kampus itu menyediakan WiFi atau tidak? Jika ada, bagaimana kecepatannya? Mampukah untuk mengunduh film dalam waktu cepat?

Dari tiga contoh di atas, itulah kira-kira gambaran sebuah generasi WiFi. Semua hal diukur dari keberadaan WiFi.

Lalu, salahkah mencari koneksi wi-fi untuk mengakses internet? Mungkin tidak! Hanya saja, seperti dalam hal apapun lainnya, harus dalam ukuran wajar serta tak berlebihan. Sama halnya dengan kopi, jika diminum satu-dua gelas sehari, tentu masih wajar. Jika sampai lima gelas dalam satu hari, tentu akan menyebabkan permasalahan kesehatan, seperti darah tinggi, diabetes dan lainnya.

Apa hal buruk akibat mengakses internet melalui Wi-Fi terlalu sering?

Banyak hal, contohnya saja waktu yang terbuang. Untuk mencarinya saja butuh waktu, apalagi jika diakses oleh orang banyak. Untuk terhubung butuh waktu lebih lagi, karena harus bersaing dengan pengguna lainnya.

Selain itu, Wi-Fi juga membuat satu sama lain hilang rasa hormat dan tenggang rasa. Kita akan mementingkan ego sendiri. Wi-Fi adalah barang gratis yang diperuntukkan bagi orang banyak, sedangkan kita ingin menguasai seluruh kecepatannya, tak akan mungkin terhindar perang ego dalam hal  ini.

Jadi, sebagai generasi WiFi, kita harusnya menyadari bahwa keadaan ini dapat berpotensi buruk bagi sistem sosial maupun diri sendiri.

BAGIKAN