Haruskah Remaja Dilarang Pacaran?

Perhatian orang tua terhadap remaja sangat penting bahkan intensitas nya harus ditingkatkan. Remaja berada pada fase labil dan sangat riskan terhadap pengaruh dari dalam dan luar dirinya. Pengaruh dari dalam adalah hasrat ingin tahu (penasaran) yang sangat tinggi, sementara pengaruh dari luar yaitu pergaulan dalam lingkungan sosialnya.

Pengaruh dari lingkungan sosial yang sering kali menjadi permasalahan orang tua adalah masalah pacaran. Seorang remaja sangat susah mendapatkan izin dari orang tua untuk pacaran.

Haruskah remaja dilarang pacaran?Pacaran sering didefinisikan sebagai aktualisasi atas rasa ketertarikan seseorang terhadap lawan jenisnya. Rasa itu mulai lahir pada usia remaja, tetapi banyak bahkan hampir semua orang tua masih melarang anaknya yang masih remaja untuk pacaran.

Hal ini tentu bukan tanpa dasar, berikut pertimbangan kenapa orang tua melarang anaknya yang masih remaja untuk pacaran.

1. Pergaulan

Pacaran yang identik dengan berduaan bersama pasangan dianggap akan melahirkan pergaulan yang tidak sehat buat remaja. Bahkan seorang remaja akan mulai belajar berbohong untuk mendapatkan waktu untuk berduaan dengan pasangannya. Maka tanggung jawab terhadap kewajibannya mulai terabaikan karena

2. Pendidikan

Pacaran mungkin tidak punya hubungan secara langsung dengan pendidikan. Namun dalam usia remaja hal paling penting sebenarnya adalah mendapatkan pendidikan yang layak baik secara formal maupun non formal. Tetapi pacaran bisa merusak pendidikan apabila tidak ada perhatian serius dari orang tua dalam menangani hal tersebut. Pendidikan bisa saja terabaikan karena mulai pacaran.

Lalu bagaimana seharusnya sikap orang tua yang tahu kalau anaknya pacaran? Haruskah remaja dilarang pacaran?

Persoalan ini tentu hal yang menjadi dilematis mengingat usia remaja adalah usia yang sangat labil secara emosi dan rentan akan ketersinggungan atas berbagai larangan. Mendapatkan dan memberikan perhatian khusus kepada lawan jenis memang mulai dirasakan sebagai hal yang istimewa pada saat menginjak usia remaja.

Oleh karena itu orang tua perlu berhati-hati dalam menyikapi hal tersebut. Tips dari kami terkait persoalan tersebut adalah:

  • Berikan Pengertian

Orang tua sebagai sumber pendidikan yang pertama dan utama harus bijak menyikapi persoalan remaja pacaran. Menempatkan diri sebagai sahabat mungkin akan lebih baik. Jadi orang tua harus memberikan pengertian agar remaja tahu apa itu pacaran dan bagaimana seharusnya pacaran dan kapan usia yang cocok untuk pacaran. Orang tua tidak boleh egois dan memaksakan kehendak, dengarkan apa yang menjadi isi hati anak (remaja) anda. Coba mengerti apa yang ingin didapatkannya sehingga anda lebih mudah dalam memberikan arahan yang terbaik.

  • Berikan Batasan

Menjadi sahabat bagi anak akan membuat anak lebih mudah memahami penjelasan yang anda sampaikan. Seorang anak yang memasuki usia remaja cenderung lebih mengikuti arah pikirannya sendiri. Terkait persoalan pacaran orang tua harus menanamkan dalam pikiran anak tentang batasan-batasan pacaran sehingga tidak terjebak pada romantisme yang salah. membatasi pergaulan bukan berarti melarang untuk mengeskpresikan apa yang bergejolak dalam pikiran dan hatinya, tetapi tahu sampai dimana batas wajar yang harus dilakukannya. Jadi anak (remaja) anda tidak merasa sedang dikurung dengan larangan-larangan anda. mungkin inilah yang biasa dimaksud dengan kebebasan yang terbatas, artinya bahwa remaja anda bebas mengeskpresikan perasaannya tetapi tahu batasannya berdasarkan apa yang anda sampaikan dengan cara yang bijaksana.

  • Berikan perhatian

Remaja pada umumnya hanya butuh perhatian lebih agar merasa nyaman dan merasa keberadaannya dihargai. Perhatian anda sebagai orang tua sangat penting sehingga remaja tahu bahwa dirinya sangat berharga dan pacaran baginya hanyalah sebatas untuk mengeskpresikan perasaannya bagaimana berbagi perhatian dan kasih sayang ke lawan jenisnya.

Kami ingin mengatakan bahwa remaja butuh orang dekat yang bisa dijadikan sahabat, tempat berbagi cerita tentang perasaannya dan orang tua harus bisa mengambil peran tersebut. Berikan perhatian dan bijaksanalah dalam memberikan arahan kepada anak (remaja).

Seorang remaja terjebak pada pergaulan yang salah, dan kesalahan dalam menafsirkan kata pacaran karena kondisi rumah yang tidak memberikan respon positif dan bijaksana. Ingat bahwa apa yang terjadi diluar sana selalu berawal dari rumah karena rumah adalah sekolah pertama dan paling berperan menentukan karakter dan perilaku anak.

Pacaran bukanlah dunia hitam yang perlu dilarang untuk kalangan remaja hanya perlu perhatian khusus agar terarah dengan baik.

BAGIKAN
Belajar lagi dan lagi