Jilbab, Bukan Hanya Menjadi Penutup Kepala

Sebagai muslimah, menggunakan hijab dalam kehidupan sehari-hari merupakan sebuah kewajiban yang harus dijalankan. Apalagi sangatlah banyak fungsi berjilbab atau menutup aurat tersebut, seperti menjadi identitas diri sebagai muslim yang taat, melindungi dari fitnah di dunia dan sebagai benteng secara fisik untuk tidak melakukan perbuatan maksiat.

Perintah untuk menggunakan jilbab telah tertuang dalam Al Quran, Surat Al Ahzab ayat 59:

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. 33:59)

Pada ayat di atas, Allah memerintahkan secara langsung kepada kaum muslimin (wanita) untuk menjulurkan jilbab ke seluruh tubuh dan menutupi aurat yang sudah ditentukan.

Selanjutnya, dalam Islam juga ada ketentuan-ketentuan yang harus dijalankan dalam berjilbab. Karena dalam berjilbab ada aturan-aturan tertentu yang harus ditaati antara lain.

Aturan-aturan berjilbab dalam Islam:

  • Harus menutupi wilayah dada dan seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah
  • Tidak tipis dan menerawang
  • Tidak membentuk lekuk tubuh/tidak ketat
  • Tidak berlebihan dalam berjilbab seperti memakai perhiasan berlebih, memakai minyak wangi berlebihan yang mengundang syahwat lawan jenis

Dengan adanya ketentuan-ketentuan tersebut, maka sebagai muslimah yang baik harus menjalankan dengan penuh ketakwaan.

Namun sering kita lihat di masyarakat, banyak yang menggunakan jilbab, tetapi hanya sekadar berjilbab tanpa memperhatikan ketentuan syar’i dan terkesan hanya sebagai penutup kepala. Banyak yang memakai jilbab tetapi model baju yang dikenakan terlalu ketat, ada pula dengan maksud bersombong diri, seperti memakai jilbab yang berlebihan.

Selain itu, sekarang ini ada model-model jilbab yang tidak seluruhnya menutup aurat, terkadang ada rambut yang masih tidak tertutup dengan baik. Sehingga mungkin di dalam masyarakat, penggunaan jilbab belum tentu bisa dijadikan identitas yang kuat dalam sebagai muslimah yang shalehah.

Kesimpulannya, hendaknya jilbab bukan hanya dijadikan tren atau fashion semata untuk sekadar menutupi kepala. Sebaliknya, jilbab harus benar-benar diaplikasikan sesuai syariat Islam. Terlebih, dengan berjilbab dapat membentengi hati agar terhindar dari segala perbuatan maksiat dan dosa.

BAGIKAN
Nino Artikel adalah Pria Jawa kelahiran Sumatera Selatan yang memiliki hobi membaca dan menulis. Minat serta tekat menjadi blogger profesional sudah dilalui dari tahun 2011. Selain seorang freelancer, sesuai dengan namanya, juga adalah seorang penulis artikel.