Kenapa Perokok Kurang Menarik? Ini 5 Alasannya

Sejak lama, rokok telah menjadi bagian dari keseharian hidup masyarakat Indonesia. Mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua, sangat akrab dengan produk ini. Itu artinya mereka berani mengabaikan resiko besar terhadap kesehatan tubuh yang diakibatkan oleh rokok.

Berbagai hal mereka anggap “keuntungan” dari rokok, terutama di kalangan remaja. Sebut saja misalnya, remaja menganggap merokok adalah hal yang bisa membuat tampak menjadi keren. Entah dari mana, padahal faktanya rokok justru memberi efek buruk bagi tubuh dan penampilan seseorang.

Berikut 5 Alasan yang membuat penampilan seorang perokok jadi kurang menarik

1. Membuat gigi kuning dan bau mulut

Memiliki gigi putih, bersih dan sehat adalah impian semua orang. Gigi dan mulut yang sehat membuat seseorang lebih percaya diri, juga sedap dipandang mata. Sayangnya, bagi para perokok aktif, rokok justru membuat gigi menjadi kuning dan nafas tak segar.

Ini disebabkan oleh kandungan nikotin dalam rokok, yang merangsang zat asam di dalam mulut. Nikotin yang menempel di gigi dan mulut, lambat laun menimbulkan efek buruk berupa bercak kekuningan pada gigi dan aroma tidak sedap dari sisa kandungan rokok di dalam mulut.

✔ Populer :  Masihkah Anda Merokok?

Jadi, anggapan merokok membuat penampilan jadi lebih menarik, agaknya bertentangan dengan fakta ini.

2. Tulang rapuh

Usia muda adalah usia produktif. Segudang aktivitas menanti setiap hari, seperti olahraga atau hobi lain. Dan tentu saja, untuk melakukannya butuh kondisi tubuh yang prima, terutama kondisi tulang dan otot. Sayangnya sekali lali, bagi para perokok, mereka bisa kehilangan kesempatan untuk menjalankan berbagai aktivitas keren tersebut.

Pasalnya, merokok dapat menghambat banyak sekali kerja sel di dalam tubuh. Salah satunya adalah sel konstruksi pada tulang. Sel ini berfungsi untuk memperbaiki dan membangun bagian-bagian tulang yang rusak sehingga tulang selalu dalam keadaan baik. Namun rokok justru menghambat kerja sel, maka terjadilah osteoporosis dan berbagai masalah tulang lain. Akan terlihat buruk jika seseorang berusia muda terlihat bungkuk, bukan?

3. Penuaan dini

Masalah lainnya dari rokok adalah penuaan dini, bisa berupa kerutan di wajah, terutama di tepi mata dan mulut. Ini disebabkan terhambatnya hemoglobin yang mengangkut oksigen akibat karbon monoksida dari rokok. Akibatnya kulit mengalami kekurangan asupan oksigen, sehingga sel-sel kulit tidak bekerja dengan baik. Usia muda dipenuhi kerutan di wajah tentu bukan hal yang menarik!

✔ Populer :  Apakah Hal-hal Fisik Mempengaruhi Kesehatan Mental

4. Menjadi lesu

Seluruh organ tubuh sangat membutuhkan asupan darah yang kaya oksigen, namun karena rokok, karbon monoksida menyebabkan terganggunya fungsi paru-paru, sehingga darah kekurangan kandungan oksigen. Tulang bermasalah, otot tidak bekerja maksimal, performa otak menurun, akhirnya: lesu!

5. Pemborosan

Anggap saja harga sebungkus rokok sebesar 15 ribu hingga 20 ribu, dan satu hari menghabiskan satu bungkus rokok, maka dalam satu bulan membuang uang sebesar Rp 15.000 x 30 hari = Rp. 450.000. Bagaimana jika sehari lebih dari 1 bungkus? Anda bisa menghitungnya sendiri.

Dan ingat, harga rokok tidak pernah turun. Bayangkan apa yang bisa anda dapatkan dengan uang itu. Sepatu baru, pakaian baru, tas baru, atau gadget, semua bisa terbeli. Bukankah lebih baik tabung uangnya, daripada harus dibelanjakan untuk sesuatu yang jelas merugikan?

Itulah sebagian kecil dampak buruk yang diakibatkan oleh rokok. Bayangkan, sesuatu yang dilakukan dengan alasan ingin terlihat menarik atau keren, faktanya justru sebaliknya. Kerutan di sana-sini, tubuh lemas tanpa gairah.

Kesimpulannya, merokok bukan hal menarik. Pertimbangkan lagi jika Anda ingin coba-coba menjadi perokok. Dan bagi Anda yang telah terlanjur merokok, berhenti secepatnya adalah langkah awal kualitas hidup yang lebih baik.

BAGIKAN
Nino Artikel adalah Pria Jawa kelahiran Sumatera Selatan yang memiliki hobi membaca dan menulis. Minat serta tekat menjadi blogger profesional sudah dilalui dari tahun 2011. Selain seorang freelancer, sesuai dengan namanya, juga adalah seorang penulis artikel.