Kepercayaan kepada Malaikat dalam Islam

Dasar keimanan (kepercayaan) orang-orang Islam adalah: iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada Nabi-nabi Allah, iman kepada kitab suci yang diturunkan Allah, iman kepada hari pembalasan, dan iman kepada qodho dan qadar (takdir).

Iman atau meyakini hal-hal gaib yang tak terlihat mata, yang diciptakan oleh Allah SWT, menjadi hal pokok dalam keimanan umat muslim.

Nah, salah satu makhluk gaib yang diciptakan Tuhan adalah malaikat, yang digambarkan oleh Al-Qur’an sebagai pesuruh Tuhan yang terpercaya.

Keadaan malaikat

Dalam Islam, malaikat diyakini diciptakan Tuhan dari cahaya, serta lebih dulu diciptakan sebelum penciptaan manusia dari tanah.

Para malaikat adalah para pesuruh Allah yang sangat taat, selalu menyembah kepada Allah dan melaksanakan apapun yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Malaikat tidak memiliki kebebasan dalam memilih, karenanya bisa dikatakan bahwa malaikat diciptakan hanya untuk taat kepada Penciptanya.

Qur’an mengatakan:
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim : 6)

Selain itu, malaikat tidak memiliki jenis kelamin, serta tidak memerlukan makan dan minum.

Tugas Malaikat

Kata malaikat, dalam Bahasa Arab berarti “untuk membantu dan menolong”. Al-Qur’an menggambarkan malaikat diciptakan untuk senantiasa beribadah dan menaati semua perintah Tuhan.

Dan kepada Allah saja lah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka). (QS. An-Nahl : 49-50)

Nama-nama Malaikat

Beberapa malaikat disebutkan namanya dalam Al-Qur’an, disertai tugas yang mereka lakukan.

  • Jibril
    Sebagai penyampai wahyu kepada para nabi.
  • Mikail
    Mengantarkan rezeki kepada seluruh makhluk.
  • Munkar dan Nakir
    Setelah kematian, malaikat-malaikat ini lah yang bertanya kepada ruh di dalam kubur tentang amal perbuatan dan keimanan mereka.
  • Malakal Maut
    Biasa disebut malaikat Izrail, yang bertugas mencabut nyawa.
  • Malik
    Malaikat penjaga neraka.
  • Ridwan
    Malaikat penjaga surga.

Malaikat-malaikat lainnya juga disinggung dalam Al-Qur’an namun tidak spesifik disebutkan nama. Ada malaikat penjaga singgasana Allah, ada malaikat yang bertugas menjaga dan melindungi orang-orang beriman, juga malaikat yang mencatat amal perbuatan manusia, baik amal kebaikan juga amal kejahatan, yang lebih dikenal dengan sebutan malaikat Rakib dan Atid.

Malaikat dalam wujud manusia

Sebagai makhluk gaib tak kasat mata yang tercipta dari cahaya, malaikat tidak memiliki jasad wadag tertentu namun ia dapat banyak wujud berbeda. Qur’an ada menggambarkan bahwa malaikat memiliki sayap, bahkan jumlah bisa 2, 3 atau 4 (QS. 35:1), namun umat muslim tidak ingin berspekulasi tentang wujud mereka yang sesungguhnya. Umat muslim menentang keras penggambaran wujud malaikat, seperti misalnya malaikat digambar sebagai mahluk yang duduk di atas awan, dan sebagainya.

Namun juga diyakini, bahwa malaikat dapat berwujud manusia jika memang dibutuhkan untuk berinteraksi dengan alam manusia secara langsung. Salah satu contohnya, ketika malaikat menampakkan wujud manusia kepada Maryam ibunda Nabi Isa, as, dan kepada Nabi Muhammad SAW saat menanyai beliau tentang keimanan dan ayat-ayat Al-Qur’an.

Adakah malaikat yang durhaka?

Dalam Islam tidak ada konsep tentang malaikat yang durhaka atau menentang kehendak Tuhan, karena diyakini malaikat adalah makhluk yang selalu taat kepada Allah. Mereka tidak memiliki kehendak dan pilihan untuk menentang.

Salah satu cerita tentang satu makhluk yang memiliki kehendak bebas dan seringkali disalahartikan sebagai malaikat yang durhaka adalah Jin. Dan salah satu jin yang paling terkenal adalah Iblis (yang juga sering disebut dengan nama syaithan), karena durhaka dan menentang perintah Allah untuk sujud kepada Adam as. Umat muslim percaya bahwa Iblis adalah Jin yang ingkar, bukan seorang malaikat yang durhaka kepada Allah SWT.

Allahu a’lam….

loading...
BAGIKAN