Lima Hal yang Membuat Anda Menderita dan Cara Mengatasinya

Setiap manusia menginginkan kebahagiaan dan kedamaian di dalam hidupnya. Tapi kenyataannya, banyak dari kita merasa tidak mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian di dalam hidup.

Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta dan kedudukan sosial, dengan kata lain, kebahagiaan tidak akan bisa dibeli dan tidak bisa dijual. Ada orang-orang kaya namun hidup dalam kegundahan. Namun tidak sedikit orang-orang yang sederhana tapi hidup dalam kebahagiaan dan kedamaian.

Iklan

Kecukupan hidup belum tentu bisa menjamin kebahagiaan seseorang. Padahal kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup akan membuat sistem kerja imunitas dan daya tahan tubuh akan meningkat. Sebaliknya, stres, depresi dan kegundahan akan menurunkan daya imunitas tubuh. Inilah yang menyebabkan berbagai macam penyakit mudah menyerang seseorang yang tidak bahagia.

Jika anda tidak merasakan kebahagiaan di dalam hidup. Padahal anda sudah hidup dalam keadaan cukup, mungkin lima hal inilah yang membuat diri Anda tidak bahagia:

1. Memikirkan sesuatu yang belum saatnya untuk dipikirkan

Hal ini terjadi khususnya pada mereka yang masih dalam fase usia remaja. Usia remaja yang identik dengan perkembangan mental dan pemikiran serta perkembangan fisik yang masih dalam tahap perkembangan, biasanya memiliki mental yang tidak stabil. Mereka mudah mengalami rasa gundah, galau, gelisah pada sesuatu yang tidak mereka ketahui. Padahal setiap orang pasti akan mengalami fase ini. Fase ini termasuk waktu yang sangat sulit untuk dilewati.

Dalam fase ini, biasanya seseorang pria maupun wanita berpikir tentang pasangan, jodoh dan pernikahan. Padahal usia mereka masih dalam taraf sekolah. Oleh sebab itu jika Anda masih dalam fase ini coba hindarilah tren berpacaran dan jangan terlalu mengikuti tren berpacaran.

Karena hal itu akan membuat Anda gundah dan gelisah. Sehingga sebenarnya berpacaran itu adalah sesuatu yang tidak perlu, karena meskipun anda memiliki pacar ataupun tidak Anda akan tetap mengalami kegundahan dan kegelisahan terhadap sesuatu yang tidak Anda ketahui sebabnya.

Karena sebenarnya Anda masih dalam proses pencarian jati diri, jika Anda belum memiliki pacar maka anda akan berusaha untuk mencari pacar. Setelah Anda mendapat seorang pasangan anda pun akan mengalami kegundahan yang lainnya. Hal ini tidak akan pernah selesai selama Anda belum melewati pada fase ini.

Untuk mendapatkan kebahagiaan, ketika Anda berada dalam fase ini adalah dengan berkumpul dengan teman sebaya yang berbahagia, bercengkrama dengan mereka, bermain dan belajar. Hal ini akan lebih baik daripada Anda mengikuti gejolak jiwa yang masih belum stabil.

2. Takut terhadap sesuatu secara tidak wajar

Rasa takut bisa terjadi pada siapapun, baik remaja maupun orang dewasa, tentu dengan tingkat ketakutan mereka masing-masing. Orang dewasa yang sudah memiliki perusahaan besar mereka takut bangkrut. Seseorang yang belum mendapatkan pekerjaan mereka takut akan selamanya menganggur.

Padahal hal ini adalah ketakutan-ketakutan yang boleh saja dialami oleh seseorang, tapi harus dalam kategori wajar. Karena jika Anda mengalami ketakutan yang tidak dalam kondisi wajar. Hal ini akan membuat anda merasa cemas, gundah, dan gelisah bahkan berputus asa.

Karena itu, kunci untuk berbahagia adalah bertawakal. Karena hasil semuanya adalah mutlak milik Allah swt. Tugas kita hanyalah berikhtiar semampu kita. Oleh karena itu, setelah kita berikhtiar semampu dan sekuat kita serta seluruh daya telah kita pergunakan, maka tugas selanjutnya adalah bertawakal kepada Allah swt.

3. Kurang bersyukur

Manusia memiliki sifat serakah dan ingin memiliki sebanyak-banyaknya harta dan seluas-luasnya tanah. Jika kita telah memiliki satu rumah maka kita akan menginginkan rumah yang kedua. Jika rumah yang kedua telah kita miliki, kita pun akan menginginkan rumah yang ketiga dan seterusnya.

Karena dalam diri manusia ada hawa nafsu dan hawa nafsu ini tidak akan puas terhadap sesuatu. Jika kita hidup dengan mengikuti hawa nafsu ini. Maka kita tidak akan merasakan kebahagiaan. Karena ketika kita mengikuti hawa nafsu kita hanya akan terus mengejar harta tanpa bisa menikmati harta yang telah kita miliki.

Untuk mengatasi hal ini maka kita harus melihat keadaan seseorang yang berada di bawah kita. Baik dalam tingkat ekonomi maupun tingkat sosialnya, sehingga kita bisa lebih bersyukur dengan keadaan yang sedang kita alami.

Syukur adalah kunci dari kebahagiaan, karena dengan bersyukur seseorang akan bisa melihat kenikmatan- kenikmatan yang telah diberikan Tuhuan, namun jika seseorang tidak bersyukur, seseorang hanya akan melihat kekurangan-kekurangan dan derita yang ada pada dirinya.

4. Iri pada sesuatu yang salah

Rasa iri terbagi menjadi dua bagian, yang pertama adalah iri terhadap sesuatu yang baik. Misalkan kita melihat teman kita saleh dan cerdas maka kita akan merasa iri. Dengan rasa ini kita akan mulai berubah, belajar dan terus memperbaiki diri untuk menjadi cerdas dan saleh pula. Rasa iri seperti ini adalah rasa iri yang baik.

Sedangkan yang kedua adalah rasa iri yang salah. Misalkan saja sahabat kita telah memperoleh kesuksesan, sedangkan kita belum mendapat kesuksesan sebesar yang dia miliki. kemudian kita iri dan ingin seperti dia dengan cara menghilangkan kesenangan dan kebahagiaan yang ada padanya.

Rasa iri akan berubah menjadi dengki. Ini adalah rasa iri yang tidak baik dan akan membuat hati sesak dan panas. Sehingga Anda tidak akan tenang dan bahagia hidup dengan memelihara rasa iri yang seperti ini.

5. Sombong pada sesuatu yang kita miliki

Sebenarnya semua harta ini adalah titipan Tuhan. Jika hati kita bisa seperti hati tukang parkir yang merasa bahwa semua hanya titipan yang bisa datang dan pergi begitu saja, maka hati Anda akan merasa tenang dan bahagia. Namun ketika anda memiliki rasa sombong di dalam hati. Maka Anda akan merasa bahwa semua adalah milik Anda.

Sombong akan membuat hati kita penuh, sesak, panas dan gelisah. Jika kita membanggakan diri, maka kita akan merasa kurang bahagia karena kita akan mudah kecewa ketika dihina orang.

Iklan
BAGIKAN
iman adalah seorang blogger yang suka menulis dan berbagi dengan erudisi sebagai media penyampai ide dan informasi. Fokus Blogging di erudisi mulai 7 juli 2016. pin : 5F28E6EC