Mendidik Anak dengan Kelembutan dan Kasih Sayang

Dari muawiyah bin Hakam As-Sulami berkata:

Suatu hari saya shalat bersama Rasulullah saw, ada seseorang dari kaum yang bersin, maka saya berkata “yarhamukallah”.  Kemudian orang-orang melemparkan pandanganya padaku, maka saya berkata: “aduh mati ibuku, apa yang sudah saya lakukan sehingga kalian memandangku”. Maka mereka memukulkan tangan pada paha mereka, aku melihat mereka mendiamkanku. Akan tetapi aku diam saja ketika Rasulullah saw shalat.

Iklan

Maka demi ayahku dan ibuku saya tidak pernah melihat pengajar sebelum dan sesudahnya yang lebih baik cara mengajarnya. Maka demi Allah dia tidak membentakku, memukulku, dan tidak menghinaku, kemudian berkata:

Sesungguhnya di dalam shalat itu tidak layak ada suatu perkataan manusia, bahwa sesungguhnya itu tasbih, takbir, dan bacaan Quran, seperti sabda Rasulullah saw.

Saya berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku orang yang baru lepas dari masa jahiliah ketika Allah swt menurunkan agama Islam”.

Dari aspek pendidikan bagi orang tua sungguh banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil. Betapa mulianya pribadi Rasulullah saw yang menjadi teladan bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini.

Iklan

Kita bisa melihat penjelasan lengkapnya di kitab Syarah Imam  Nawawi. Beberapa nilai yang bisa kita petik antara lain, betapa mulianya seorang pengajar seperti Rasulullah saw, baik dilihat dari akhlak yang baik, kelembutan, serta kasih sayangnya (welas asihnya) kepada orang awam.

Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus meneladani rasul dalam membina, mengajarkan,  dan mengarahkan umatnya. Mari kita terapkan cara Nabi ini dalam mendidik anak-anak kita. Semoga anak kita menjadi anak yang salih dan saliha.

Nilai pendidikan yang bisa kita teladani antara lain:

  1. Bersikap penyantun lagi penyayang
  2. Bersikap lemah lembut dalam menghadapi, mengajari, menasehati dan mengarahkan anak-anak kita.
  3. Bersikaplah selayaknya seorang bapak yang menyayangi anak-anaknya dalam menaruh rasa kasih sayang.

Mari kita didik anak-anak kita dengan kesantunan, dengan kelambutan, bukan dengan kekerasan dan pemukulan. Mari kita menjadi pendidik yang penuh dengan keteladanan, karena anak akan meniru perilaku orang tuanya.

Dan sebagai orang tua, kita juga harus mengetahui periode emas atau periode golden age.  Dengan terus mengoptimalkan pendidikan anak kita sebaik mungkin kita berharap kepada Allah swt agar anak-anak kita bisa menjadi penolong kita di akhirat kelak dengan menjadi anak-anak yang saleh dan saleha.

Iklan
BAGIKAN
iman adalah seorang blogger yang suka menulis dan berbagi dengan erudisi sebagai media penyampai ide dan informasi. Fokus Blogging di erudisi mulai 7 juli 2016. pin : 5F28E6EC