Mengapa Film “Superhero” Menjadi Favorit?

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa bisnis layar kaca sangatlah menguntungkan, terutama film-film Hollywood bergenre superhero. Saat premier atau pemutaran perdana, orang tak segan-segan mengantri dan membeli tiket jauh-jauh hari karena takut kehabisan. Pertanyaan pun timbul, mengapa film bergenre superhero sangatlah high-rated, bukan hanya di kalangan remaja, bahkan untuk segala usia?

Pertama, totalitas yang menjadikan suatu film menakjubkan. Dalam prosesnya, biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Contoh saja, film superhero terbaru yang paling laku, Captain America: Civil War, menghabiskan biaya lebih dari 250 juta US dollar. Mengapa biayanya bisa membengkak sebesar itu, yang mana jika dirupiahkan sekitar tiga miliar lebih?

Biaya yang paling besar dihabiskan untuk all the casts atau para pemainnya. Bayaran yang didapat seorang Robert Downey Jr. Sebagai Iron Man mencapai 50 juta dollar dan Chris Evan sebagai Captain America sekitar 10 juta dollar. Belum lagi pemain pembantu lain, mereka dibayar mahal karena profesionalitas dan kualitas akting mereka.

Biaya lain termasuk membayar sutradara, screen-writer, para stunt-man atau pemeran pengganti, pembangunan set, dan lainnya yang termasuk biaya produksi.

Kedua, jalan cerita yang mudah dimengerti dan aksi-aksi pertarungan yang luar biasa. Ini juga menjadi daya tarik bagi penonton tanpa harus berpikir mengapa ini dan itu terjadi. Meskipun berbahasa Inggris, kita pasti mengerti mengapa sebuah kejadian bisa terjadi dan pastinya semua scene akan tergabung dan menyatu dengan tema besarnya.

Belum lagi aksi-aksi pertarungan antara superhero melawan penjahat. Untuk diketahui saja, setiap pertarungan sudah direka adegan dan dilatih oleh seorang koreografer profesional, sehingga kita menganggap adegan tersebut sangat rapi.

Contohnya film dari Indonesia yaitu The Raid, meskipun bukan genre superhero tapi setiap adegan laganya: epic! Tanyakan saja sendiri pada Iko Uwais berapa lama waktu yang ia dan timnya butuhkan untuk menciptakan pertarungan tangan kosong yang greget?!

Ketiga, karena kita berimajinasi. Setiap melihat sesuatu yang tak masuk akal untuk diciptakan secara tak sadar alam bawah sadar kita ingin memilikinya, karena mustahil untuk menjadi kenyataan, maka satu-satunya jalan hanya dengan berimajinasi atau membayangkannya.

Contohnya saja, Iron Man dengan teknologinya. Belum ada yang bisa menciptakan pakaian atau setelan yang seperti Iron Man. Ataupun kekuatan dan tenaga Superman yang hanya didapat dari sinar matahari? Dengan imajinasi, semua khayalan kita tadi terasa menjadi nyata meskipun hanya dari menonton film.

Sama juga kasusnya dengan film The Raid, ketika kita menontonnya, imajinasi kita bermain dan membayangkan menjadi Rama yang mampu menghabisi puluhan orang dengan tangan kosong. Tentu saja di kenyataan itu sangat mustahil, tapi di film semua bisa terlihat nyata.

Keempat, fanbase yang besar. Beberapa film superhero sebenarnya diangkat dari komik, dan hanya ada dua pabrikan komik terkenal dunia yaitu Marvel dan DC. Marvel terwakili dengan Avengers, sedangkan DC dengan film Batman vs Superman: Dawn of Justice. Dan biasanya kedua pabrikan ini memiliki fans yang sangat fanatik. Setiap keluaran komik atau film baru yang rilis, laris manis dibeli dan ditonton.

Untuk diketahuai, pendapatan film Batman vs Superman: Dawn of Justice, sangat ditopang oleh fans berat DC. Mereka tak peduli dengan hujatan para kritikus yang menganggap film ini beralur mengecewakan. Sudah terbukti bukan, bagaimana pentingnya arti kehadiran fans?

Kelima, karena power rangers. Sejak kecil kita sudah tahu betapa mengesankan pertarungan mereka melawan monster-monster, sampai mereka memanggil robot atau yang dikenal zord datang dan menghabisi monsternya secara tuntas.

Dari kecil, kita sudah menganggap menjadi superheroes dan bertarung melawan penjahat sampai menang adalah hal yang keren. Sehingga saat sudah remaja atau dewasa, karena tak mungkin lagi menonton power rangers kita mengalihkannya ke film-film seperti Avengers, Spider-Man, atau juga Thor!

Terlebih saat ditanya: “Nanti besar mau jadi apa?”, kebanyakan anak laki-laki akan menjawab pertanyaan yang melibatkan pertarungan. Contoh, menjadi polisi dan tentara.

Inilah yang menyebabkan mengapa sampai saat ini ada saja orang dewasa yang sangat menikmati film-film superhero, alasan tepatnya karena impian dari kecil kita untuk menjadi seperti mereka.

Itulah beberapa alasan mengapa film bergenre superhero sangat menguntungkan bagi para sineas. Untuk ke depannya, mari kita berharap akan ada film superhero dari Indonesia seperti Wiro Sableng, Panji Manusia Millenium dan Saras 008. Kita berharap industri kreatif Indonesia, tidak kalah dengan produk-produk kreatif dari luar negeri.

loading...
BAGIKAN