Orang Tua Harus Memberi Teladan bagi Anaknya, Bukan Hanya Menyuruh

Dari Usamah Ibn Zaid mengatakan, saya mendengar Rasulullah saw bersabda:

Didatangkan atas seorang laki-laki pada hari kiamat dan dilemparkan ke dalam neraka. Maka keluar isi perut di dalam neraka berputar-putar/berkeliling seperti halnya berputarnya seekor keledai dengan ular. Maka berkumpul para ahli penghuni neraka maka mereka berkata,

Iklan

Hai fulan ! apa yang kamu perbuat? Bukankah kamu dulu memerintahkan kita berbuat ma’ruf? Dan melarang kami berbuat munkar?

Dan menjawab orang itu, saya memerintahkan kepada kamu berbuat ma’ruf tapi saya tidak melakukannya dan saya melarang kepadamu berbuat munkar tetapi saya melakukan perbuatan itu.

Wahai bapak dan ibu, orang tua pengasuh anak yang terpelajar, yang ingin menjadikan anaknya sebagai pribadi yang salih atau sebaliknya. Betapa kita diajarkan oleh baginda Nabi agar mendidik dengan metode keteladanan.

Dari hadis di atas betapa besar kerugian bagi orang yang hanya bisa menyuruh namun dirinya tidak melakukan bahkan mengingkari dari apa yang dia katakan.

Iklan

Anak hanya akan menduplikasikan contoh, bukan suruhan ataupun perintah. Karena seorang anak sangat membutuhkan contoh yang dijadikannya idola yang akan menjadi sifat dasar yang melekat pada pribadi seorang anak.

Tidak heran jika anak-anak kita berperilaku buruk. Dan jangan salahkan mereka jika kelak kepribadiannya sangat jauh dari kita atau bahkan lebih buruk. Waktu adalah hadiah terpenting yang bisa kita berikan kepada anak. Agar mereka mampu meniru dan meneladani diri kita sebagai orang tua.

Jika kita tidak memiliki waktu dan anak-anak kita hanya diasuh oleh televisi dan film, maka jangan salahkan jika anak-anak meniru tokoh monster yang suka berkelahi. Jika kita tidak memiliki waktu untuk mendampingi mereka, jangan salahkan jika mereka meniru tokoh antagonis (tokoh jahat) dibandingkan dengan tokoh protagonis (tokoh baik).

Karena anak-anak belum mampu memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dari situ lah kita harus sadar betul akan waktu dan pemberian perhatian lebih pada anak-anak kita.

Adapun nilai edukasi yang bisa kita ambil dari hadis di atas antara lain:

  • Sebagai orang tua kita harus bisa menilai seberapa besar kemampuan anak, agar kita tidak memberikan sesuatu yang belum saatnya. Pendidikan, nilai dan pengajaran harus kita berikan sesuai dengan tingkat kecerdasannya dan usia, agar anak mampu untuk melakukan apa yang kita ajarkan.
  • Sebagai orang tua kita harus memberikan contoh dan teladan bagi si anak. Agar dia lebih mudah mencerna tentang apa–apa yang telah kita ajarkan kepada mereka.
  • Menggunakan cara halus dan smart dalam mendidik anak. Kita harus tahu psikologi perkembangan baik dari segi usia maupun tingkat kecerdasan.
  • Orang tua harus bisa menyampaikan dengan jelas lagi penuh ketelatenan (kesabaran) dalam mendidik anak. Karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda.
BAGIKAN
iman adalah seorang blogger yang suka menulis dan berbagi dengan erudisi sebagai media penyampai ide dan informasi. Fokus Blogging di erudisi mulai 7 juli 2016. pin : 5F28E6EC