Pandangan tentang Syirik dalam Islam

Hal pertama yang diyakini dalam Islam adalah keyakinan terhadap tauhid atau Keesaan Tuhan. Kebalikan dari tauhid disebut dengan syirik, atau menyekutukan atau menganggap ada yang menyamai Allah dalam kekuasaan-Nya sebagai Tuhan. Keyakinan semacam ini sering disebut dengan istilah politeisme, atau keyakinan terhadap banyak Tuhan.

Syirik adalah satu-satunya dosa yang tidak bisa diampuni dalam Islam, jika seseorang mati dalam keadaan ini. Mengakui adanya kekuatan lain yang berkuasa selain Allah, dianggap telah keluar dari keyakinan Islam itu sendiri. Al-Qur’an mengatakan:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan [sesuatu] dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan [sesuatu] dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS 4:116)

Bahkan jika seseorang berusaha sebaik-baiknya dalam menjalani kehidupan yang saleh, baik, murah hati dan segala kebaikan lainnya, itu semua tidak ada artinya bila tidak didasari keimanan tauhid.

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada [nabi-nabi] yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan [Tuhan], niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS 39:65)

Dengan disadari atau tidak, seseorang dapat terjerumus ke dalam syirik dengan melakukan hal-hal seperti misalnya:

  • Memohon, berdoa, meminta bantuan, petunjuk, perlindungan dan sebagainya dari selain Allah.
  • Mempercayai bahwa satu benda memiliki kekuatan khusus untuk kesembuhan atau keberuntungan, bahkan jika benda tersebut berupa tulisan-tulisan ayat suci Al-Qur’an atau simbol-simbol Islam lainnya.
  • Beritikad bahwa tujuan hidup semata untuk hal bersifat materi, menginginkan dan meniatkan sesuatu untuk selain Allah.
  • Mematuhi selain Allah, atau menunjukkan bahwa Anda siap melanggar petunjuk Allah demi satu keuntungan.
  • Berkecimpung dalam dunia sihir, klenik, ramalan atau berusaha mengetahui hal yang tidak diketahui atau kejadian-kejadian di masa depan. Hanya Allah saja yang mengetahui apa yang belum terjadi.

Tentang syirik, lebih jauh Al-Qur’an menyatakan:

Katakanlah: “Serulah mereka yang kamu anggap [sebagai tuhan] selain Allah, mereka tidak memiliki [kekuasaan] seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu andil pun dalam [penciptaan] langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya”. (QS 34:22)

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat [dengan Allah] dalam [penciptaan] langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum [Al Qur’an] ini atau peninggalan dari pengetahuan [orang-orang dahulu], jika kamu adalah orang-orang yang benar”. (QS 46:4)

Dan [ingatlah] ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan [Allah] sesungguhnya mempersekutukan [Allah] adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS 31:13)

Menyekutukan Allah adalah satu dosa tak terampuni dalam Islam:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik…. (QS 4:48)

Mempelajari tentang syirik akan membantu kita menghindarinya dalam segala bentuk dan menifestasinya.

BAGIKAN