PCI Express (PCIe)

Definisi Peripheral Component Interconnect Express (PCIe)

Apa itu PCI Express?

Nama panjangnya adalah Peripheral Component Interconnect Express, namun lebih sering disingkat dengan PCIe atau PCI-E, adalah jenis koneksi standar untuk perangkat internal komputer.

Secara umum, yang dimaksud PCIe adalah mengacu pada slot ekspansi di motherboard yang menerima kartu ekspansi PCIe, dan juga mengacu pada kartu ekspansi itu sendiri.

PCIe dibuat untuk menggantikan slot AGP dan PCI, yang keduanya adalah penerus dari slot atau port lama yang lebih lambat yaitu slot ISA.

Sebuah komputer mungkin memiliki berbagai jenis slot ekspansi, tapi PCIe dibuat sebagai standar dari semua perangkat internal. Saat ini banyak motherboard yang hanya menyediakan slot ekspansi jenis PCIe.

Penggunaan PCI Express

Sama halnya standar yang lebih lama seperti PCI dan AGP, sebuah perangkat berbasis PCIe secara fisik ditancapkan ke dalam slot PCIe yang ada di motherboard.

Antamuka PCIe menyediakan bandwidth tinggi untuk komunikasi antara perangkat tambahan dan motherboard, begitu juga dengan hardware lainnya.

Dan meski masih cukup jarang, ada juga terdapat versi PCI Express eksternal yang disebut dengan External PCI Express atau lebih sering disingkat dengan ePCIe.

Perangkat PCIe eksternal memerlukan kabel khusus untuk dihubungkan dengan perangkat PCIe eksternal apapun, dan berkomunikasi komputer melalui port PCIe, yang biasanya terletak di bagian belakang komputer, baik disediakan oleh motherboard atau pun melalui sebuah kartu PCIe khusus.

Tipe PCI Express yang tersedia

Aplikasi grafis, seperti video games dan aplikasi video editing adalah aplikasi yang paling menuntut kinerja tinggi dari kartu grafis. Karena itu, video card merupakan perangkat pertama yang memanfaatkan kemampuan yang ditawarkan oleh PCIe.

Video card atau kartu grafis sampai saat ini masih merupakan perangkat paling umum ditemukan yang menggunakan koneksi PCIe. Namun perangkat-perangkat lainnya pun yang membutuhkan koneksi cepat dengan motherboard, CPU dan RAM, semakin banyak dibuat dengan antarmuka PCIe, alih-alih menggunakan PCI.

Seperti misalnya, audio card kelas atas, sudah banyak yang menggunakan PCIe, begitu juga dengan kartu jaringan nirkabel, hard drive dan sebagainya.

Hard drive sendiri mungkin adalah perangkat kedua yang paling banyak memanfaatkan antarmuka PCIe setelah kartu video grafis. Menghubungkan SSD berkecepatan tinggi menggunakan antarmuka PCIe memberi kecepatan membaca dan menulis ke harddrive dengan lebih cepat.

Beberapa hard drive controller PCIe bahkan telah menyediakan SSD secara buit-in, yang mempengaruhi secara drastis bagaimana sebuah perangkat penyimpanan terkoneksi ke komputer.

Dan tentu saja, karena PCIe telah menggantikan AGP dan PCI pada motherboard-motherboard terbaru, membuat semua kartu ekspansi internal yang menggunakan port AGP dan PCI harus didesain ulang agar mendukung PCIe. Termasuk misalnya kartu ekspasnsi USB, bluetooth dan lain sebagainya.

Perbedaan format PCIe

PCI Express x1, PCI Express 3.0, PCI Express x16.

Apa artinya ‘x’ di depan angka angka? Bagaimana Anda tahu komputer Anda mendukung yang mana? Jika Anda memiliki kartu PCI Express x1, tapi Anda hanya punya sebuah port PCI Express x16, apakah bisa berfungsi? Jika tidak apa aja pilihannya?

Ya, memang kelihatannya cukup membingungkan. Dan memang tidak selalu jelas saat Anda belanja sebuah kartu ekspansi untuk komputer Anda, seperti video card, jenis PCIe mana yang bekerja untuk komputer Anda atau versi mana yang terbaik?

Tenang saja, meski kelihatannya rumit, sesungguhnya hal ini amat sederhana setelah Anda memahami dua hal penting mengenai PCIe: bagian yang menjelaskan ukuran fisik dan bagian yang menjelaskan versi teknologi dari PCIe itu sendiri. Keduanya saya jelaskan di bawah.

Ukuran PCIe: x16, x8, x4, x1

Angka setelah ‘x’ menunjukkan ukuran dari kartu ekspansi atau slot PCIe, dimana x16 adalah yang terbesar (terpanjang) dan x1 adalah yang terpendek.

Berikut ukuran pastinya:

  • PCI Express x1: 18 pin (25 mm)
  • PCI Express x4: 32 pin (39 mm)
  • PCI Express x8: 49 pin (56 mm)
  • PCI Express x16: 82 pin (89 mm)

Tidak peduli ukuran kartu atau pun slot PCIe, takik atau lekukan kosong pada kartu atau slot selalu berada di pin ke-11. Dengan kata lain, panjang kartu atau slot berbeda-beda itu berada setelah pin ke-11. Ini bertujuan demi fleksibilitas dalam menggunakan kartu dengan ukuran berbeda, pada slot yang berbeda.

Kartu PCIe akan selalu pas pada slot di motherboard bila ukurannya minimal sama dengan ukuran kartunya. Misalnya, sebuah kartu PCIe x1 akan selalu pas dipasang pada slot x4, x8 atau pun x16. Sedangkan sebuah kartu PCIe x8 hanya bisa dipasang di slot x8 atau x16.

Kartu PCIe yang lebih besar mungkin juga bisa pas dipasang pada slot yang lebih kecil, dengan syarat slot PCIe-nya tidak memiliki batas slot di ujungnya.

Dan secara umum, sebuah kartu atau slot PCI express yang lebih besar, memberi kinerja lebih baik, dengan asumsi jika dibandingkan 2 kartu atau slot pada versi yang sama.

Versi PCIe: 3.0, 2.0, 1.0

Angka apapun yang tertera setelah PCIe yang Anda temukan pada suatu produk atau motherboard adalah menunjukkan versi terakhir dari spesifikasi PCI express yang didukung.

Berikut perbandingan versi PCIe:

  • PCI Express 1.0: 2 Gbit/s per lane (32 Gbit/s di slot x16)
  • PCI Express 2.0: 4 Gbit/s per lane (64 Gbit/s di slot x16)
  • PCI Express 3.0: 7.877 Gbit/s per lane (126.032 Gbit/s di slot x16)

Perlu diketahui, bahwa seluruh versi PCIe mendukung atau kompatibel dengan versi lama atau pun yang lebih baru. Itu artinya, tidak peduli versi kartu atau motherboard mana yang didukung, tetap dapat digunakan, paling tidak dengan level kinerja minimum.

Memaksimalkan kompatibilitas PCIe

PCI Express, ya seperti yang Anda simak pada penjelasan ukuran dan versi PCIe di atas, kompatibilitas menjadi salah satu keunggulan dari antarmuka PCIe. Gampangnya, jika secara fisik pas, maka itu berarti bisa bekerja dengan baik, dan itu sesuatu yang amat menyenangkan.

Namun, satu hal terpenting yang perlu Anda ketahui adalah, bahwa untuk mendapatkan performa terbaik, Anda sebaiknya memilih versi PCIe tertinggi yang didukung motherboard Anda, serta memilih kartu ukuran terbesar yang didukung slot pada motherboard.

Sebagai contoh, sebuah kartu grafis PCIe 3.0 x16 akan memberikan kinerja terbaiknya jika ia terpasang pada motherboard yang juga mendukung versi 3.0 dan memiliki slot x16. Jika motherboard Anda hanya mendukung versi 2.0, kartu Anda tetap bekerja namun kinerjanya mentok pada kecepatan yang didukung (misalnya saja 64 Gbit/s pada slot x16).

Hampir semua motherboard yang diproduksi tahun 2013 ke atas, kemungkinan besar mendukung PCIe 3.0. Cek manual motherboard atau komputer Anda untuk memastikannya.

Tapi, jika Anda tidak menemukan informasi definitif mengenai versi PCIe yang didukung motherboard Anda, disarankan untuk membeli ukuran terbesar serta versi tertinggi, selama pas dan cocok pada slot tentunya.

Setelah PCIe, apalagi ke depannya?

Pengembang PC games, selalu mencari cara mendesain games-nya serealistik mungkin. Namun itu hanya tercapai bila mereka mampu mengirimkan lebih banyak data dari program games mereka ke layar komputer, dan antarmuka yang lebih cepat mutlak diperlukan untuk mewujudkannya.

Karena itu, seperti semua teknologi lainnya, PCIe pun tidak akan berhenti sampai di sini. Betul, PCIe 3.0 sudah sangat-sangat cepat, namun dunia ingin lebih cepat lagi.

Kabarnya, PCIe 4.0 akan segera rampung dan hadir paling lambat di akhir 2016, yang mendukung lebar pita data lebih dari 252 Gbit/s, dua kali lipat dari kecepatan yang ditawarkan PCIe 3.0.

Kita tunggu saja!

loading...
BAGIKAN
Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.