Tarusan Kamang: Danau di Sumatera Barat yang Bisa Hilang dalam Semalam

Jika berkunjung ke Sumatera Barat, ada banyak pilihan destinasi, seperti Jam Gadang, Pantai Padang, Lembah Harau, dan masih banyak lagi. Di Kabupaten Agam sendiri, ada destinasi wisata yang tak kalah menariknya untuk Anda kunjungi bersama keluarga, yaitu Danau Tarusan Kamang.

Danau Tarusan Kamang terletak di Jorong Babukik dan Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Di tepi danau ini Anda juga bisa menemukan orang yang bermain paralayang pada sore hari.

Danau ini memang merupakan lapangan luas yang biasa digunakan oleh masyarakat setempat untuk menggembalakan ternak. Di tengah-tengah genangan air, ada beberapa gundukan bukit yang tidak tertutupi air, yang membuatnya terlihat seperti pulau di tengah Danau.

tarusan-kamang

Danau Tarusan kamang mempunyai keunikan tersendiri karena suatu waktu dapat dipenuhi air dan di waktu lain dapat surut hingga hilang hanya dalam waktu semalam dan menjadi lapangan hijau yang luas. Di danau ini Anda juga bisa berkeliling menggunakan rakit yang disewakan oleh warga sekitar.

Air danau Tarusan Kamang ini tidak berasal dari aliran sungai seperti danau pada umumnya. Menurut para ahli dan masyarakat setempat, danau tersebut mengalami pasang surut karena ada air yang muncul dari celah-celah batu.  Perlu diketahui juga bahwa daerah ini termasuk zona patahan Sumatera bagian timur, yang menyebabkan air dapat mengalami pasang surut sewaktu-waktu.

Anda bisa saja tidak menemukan danau atau genangan air jika suatu saat datang ke Danau Tarusan Kamang. Namun di waktu yang lain, Anda juga bisa menemukan tempat ini memiliki banyak air yang melimpah. Keunikan lain yang ada di Danau ini adalah terkadang ada bunyi suara air seperti sedang mendidih yang bisa Anda dengar sebagai tanda bahwa air akan mengaliri danau.

Danau Tarusan Kamang ini berada di kaki Bukit Barisan, sekitar 14 kilometer dari Bukittinggi. Batu kapur yang ada di Danau Tarusan Kamang diprediksi berusia sekitar ratusan abad, dan memiliki kandungan mineral COCA 2. Danau ini diperkirakan sudah ada sejak 70 ribu tahun lalu sehingga tak ada satu pun warga yang membangun rumah di batas air yang akan berubah menjadi danau.

Perbukitan karst di Danau Tarusan Kamang usianya jauh lebih tua daripada karst di Jawa. Karst di Kamang diperkirakan sudah berusia 400–300 juta tahun lalu, karenanya pepohonan di atasnya tumbuh subur. Selain Danau Tarusan Kamang, banyak gua aktif di bawah bukit karst atau batu gamping, sungai bawah tanah dan danau bawah tanah. Namun, keberadaannya hingga kini belum pernah diteliti.

Selain fenomena alam tersebut, Danau Terusan Kamang juga dilatari pemandangan yang indah. Kehidupan masyarakat yang masih natural juga terlihat jelas di sini. Tambak ikan milik warga, penggembala kerbau hingga rakit-rakit kecil yang didesain oleh penambak ikan untuk digunakan oleh wisatawan, membuat pemandangan Danau Tarusan Kamang semakin indah.

BAGIKAN
Dozi Adiguna adalah seorang yang suka bekerja secara online seperti menjadi penulis blog, mengikuti lomba online, Berjualan online selain itu juga suka travelling untuk refresing otak.