3 Cara Survive (Bertahan Hidup) Saat Tersesat di Hutan

Pernahkah Anda mengalami kejadian yang sangat membahayakan hidup Anda? Misalkan saja tersesat di hutan belantara yang gelap dan belum terjamah oleh manusia? Kira-kira apa yang akan Anda lakukan jika hal ini terjadi?

Di bawah ini adalah 3 cara survive saat tersesat di hutan belantara dari pengalaman pribadi yang pernah saya alami ketika saya tersesat di hutan lindung di areal Kabupaten Batang.

1. Anda tidak boleh panik

Orang yang panik hanya akan menambah masalah. Karena dia tidak bisa berpikir jernih dan mencari solusi untuk menemukan jalan keluar. Oleh karena itu jika anda dalam keadaan tersesat di hutan cobalah untuk bisa menenangkan diri Anda dengan menghilangkan rasa takut dan rasa was-was. Rasa was-was pasti akan Anda rasakan apalagi ketika anda tersesat di hutan sendirian.

2. Gunakanlah bekal Anda sebaik mungkin

Bekal disini bukan hanya bekal makanan akan tetapi juga bukan ilmu dan pengetahuan. Jika anda membawa bekal makanan maka anda bisa memanfaatkan bekal makanan Anda sebaik mungkin.

Jika bekal makanan yang Anda bawa cepat membusuk maka Anda harus bisa memperkirakan kira-kira akan membusuk berapa hari dan jika bekal makanan yang anda bawa adalah jenis makanan yang awet dan tahan lama. Maka Anda bisa menghemat bekal makanan ini sampai Anda keluar dari hutan ini.

Jika Anda adalah seorang pecinta alam yang telah dibekali beberapa hal untuk survive ketika berada di hutan. Maka Anda bisa memanfaatkan teori survive disini dan sekaligus mempraktekkannya langsung di sini. Tapi bagaimana dengan orang-orang seperti saya (orang awam) ketika tersesat di hutan dan terpisah dari rombongan.

Tugas kita hanya membuat insting kita keluar dan memperkirakan sesuatu yang bisa kita lakukan. Misalkan saja mencari jejak manusia atau mencari jalan setapak yang bisa kita perkirakan jika itu adalah menuju ke perkampungan terdekat atau perkebunan warga.

Karena ketika saya tersesat dan mengikuti jejak ini ternyata jejak manusia ini biasanya menuju ke ladang atau perkampungan. Karena orang-orang lokal terkadang mencari kayu sampai ke dalam hutan. Namun hal yang harus anda perhatikan adalah jejak dan bekas yang ada di tanah dan di daun. Karena jejak tersebut belum tentu adalah jejak manusia. Bisa saja jejak ini adalah jejak babi hutan. Jika kita mengikuti jejak ini biasanya kita akan tersesat lebih dalam.

3. Carilah tongkat ketika berjalan

Jika anda membawa pisau, Anda bisa sedikit membuat tongkat ini menjadi runcing di salah satu bagiannya. Namun ketika Anda tidak memiliki peralatan untuk meruncingkan tongkat ini, Anda bisa membiarkannya tumpul ketika berjalan.

Tongkat ini bukan hanya digunakan sebagai penopang badan ketika kita berjalan dan kelelahan di hutan. Akan tetapi tongkat ini kita gunakan sebagai antisipasi ketika ada hewan-hewan liar yang tidak terduga tiba-tiba datang di hadapan kita. Sehingga kita sudah memiliki alat untuk membela diri ketika ada hewan liar mendekat.

BAGIKAN
iman adalah seorang blogger yang suka menulis dan berbagi dengan erudisi sebagai media penyampai ide dan informasi. Fokus Blogging di erudisi mulai 7 juli 2016. pin : 5F28E6EC