Alasan Ulama Larang Bermain Game Pokemon Go

Sejak 2001 silam, game Pokemon telah dilarang oleh sejumlah ulama di Timur Tengah. Menurut mereka, karakter yang ada di Pokemon tak Islami dan menampilkan simbol-simbol Zionis.

Saat itu, beberapa ulama Muslim, seperti di antaranya Sheikh Yusuf Qardhawi mengatakan, jika game dan permainan kartu Pokemon hanya membuang-buang waktu saja dan secara psikologis, tidak baik untuk anak-anak.

Walaupun demikian, Pokemon Go malah menjadi sangat populer di beberapa negara Arab. Di mana game ini menjadi tren luas di Dubai, Lebanon dan Qatar.

Banyak pengguna yang rela turun ke jalan hanya untuk mencari monster digital di dalam dunia nyata.

Virus dari Pokemon Go itu sendiri bahkan menyebar ke Mesir, di mana banyak sekali Pokestop yang bertebaran di sejumlah masjid dan juga pada fasilitas umum.

Museum dan pemakaman ternyata juga masuk ke dalam daftar dari Pokestop untuk bisa memperoleh item-item khusus, di mana dengan item ini mampu menarik para pemain yang ingin sekali mendapatkan item-item tersebut.

Pokemon Go yang mampu membius sejumlah pengguna smartphone juga mengganggu Holocaust Memorial Museum dan Arlington National Cemetery yang ada di Amerika Serikat.

Alasannya sederhana karena banyak yang berburu Pokemon di tempat itu, dan pihak museum merasa risih dan meminta pemain tak lagi menangkap Pokemon di tempat itu.