Apa Fungsi dari Sidik Jari? Dan Mengapa Kita Memilikinya?

Kenapa kita memiliki sidik jari?

Selama lebih dari 100 tahun, para ilmuwan mempercayai bahwa tujuan dari sidik jari adalah meningkatkan kemampuan untuk menggenggam objek. Tapi dari hasil riset ditemukan bahwa sidik jari tidak meningkatkan kemampuan memegang atau menggenggam benda dengan meningkatkan friksi antara kulit pada jari kita dan sebuah benda. Nyatanya, sidik jari justru menurunkan friksi dan kemampuan dalam menggenggam objek yang halus.

Saat meneliti hipotesa tentang friksi sidik jari, peneliti dari Universitas Manchester menemukan bahwa kulit berperilaku lebih mirip seperti karet, dibanding seperti sebuah benda solid biasa.

Ya, nyatanya sidik jari memang menurunkan kemampuan untuk menggenggam objek karena ia mereduksi area kontak antara kulit dengan objek yang digenggam.

Jadi kembali ke pertanyaan awal: kenapa kita memiliki sidik jari? Sampai saat ini, tidak ada satu pun orang yang tahu. Beberapa teori muncul, mengatakan bahwa sidik jari bisa membantu untuk memegang benda kasar atau permukaan yang basah dengan lebih mudah, melindungi jari dari kerusakan dan meningkatkan sensitivitas sentuhan.

Bagaimana sidik jari terbentuk?

Lupakan dulu pertanyaan yang bisa terjawab di atas. Kini mari kita lihat bagaimana proses terbentuknya sidik jari.

Sidik jari terbentuk selama masih dalam kandungan dan ia terbentuk secara sempurna saat usia kehamilan 7 bulan. Kita semua memiliki sidik jari yang unik, dan tidak ada yang menyamainya.

Beberapa faktor berperan dalam formasi atau bentuk sidik jari. Gen membentuk bentuk tonjolan-tonjolan pada jari tangan, telapak tangan, jari kaki dan telapak kaki. Pola ini unik, bahkan pada dua orang kembar identik sekali pun. Meski kembar identik memiliki DNA yang identik pula, mereka tetap memiliki sidik jari yang berbeda. Hal ini disebabkan karena pengaruh faktor-faktor, selain faktor genetik, yang mempengaruhi bentuk atau formasi sidik jari. Letak janin dalam rahim, aliran cairan ketuban dan panjang tali pusar adalah termasuk faktor-faktor yang berperan pada pembentukan pola sidik jari seseorang.

Sidik jari sendiri terdiri dari bentuk-bentuk lengkungan, lingkaran dan uliran. Pola ini terbentuk di dalam lapisan dalam dari epidermis yang disebut dengan lapisan sel basal. Lapisan sel basal terletak antara lapisan terluar kulit (epidermis) dan satu lapisan yang tebal dari kulit yang berada di bawahnya, yang disebut dengan lapisan dermis. Sel basal terus-menerus membelah untuk menghasilkan sel kulit baru, yang akan mendorong ke lapisan di atasnya. Sel baru kemudian menggantikan sel yang lebih tua yang telah mati atau hilang terlepas.

Nah, lapisan sel basal pada saat janin, berkembang lebih cepat dari epidermis di luar dan lapisan dermis di bawahnya. Akibatnya, membuat lapisan sel basal jadi mengkerut, membentuk sebuah pola yang bervariasi. Dan karena pola sidik jari terbentuk di lapisan sel basal, kerusakan pada lapisan luar tidak akan merusak sidik jari.