Perbedaan antara Laman Blog dengan Posting Blog

Banyak aplikasi blogging mengijinkan pengguna untuk membuat halaman baik berupa posting maupun laman blog (blog page). Dengan menggunakan laman, seorang blogger dapat menawarkan akses informasi dengan mudah atau pun membuat blognya lebih terlihat seperti sebuah situs web tradisional.Kenyataannya, memang banyak website bisnis dibuat dengan menggunakan aplikasi blogging, seperti WordPress, sedang Anda tidak mengetahuinya.

Apa itu laman blog?

Laman blog pada umumnya berupa konten statis di blog Anda. Biasanya, sebuah laman blog dapat diakses dengan cepat melalui menu navigasi di bagian atas blog, persis seperti sebuah situs web tradisional. Laman blog paling umum di antaranya adalah halaman about me (tentang penulis), kontak dan halaman daftar isi.

Apa bedanya dengan halaman posting?

Posting adalah entri harian (atau konten blog yang dibuat berkesinambungan). Posting blog ditampilkan berdasarkan urutan waktu publikasinya, yang biasanya dapat diakses melalui arsip blog berdasarkan tanggal atau pun kategori.

Sedangkan laman blog berada di luar posting kronologis dan arsip terkait. Laman blog paling umum digunakan untuk membuat konten statis yang dapat diakses pembaca dengan mudah, kapan saja mereka mau. Karena itu, laman blog lebih banyak digunakan untuk menyajikan informasi tentang penulis blog, dan informasi kontak. Dengan kata lain, jika Anda ingin menyajikan informasi yang dapat diakses pengunjung dengan sekali klik, maka Anda dapat menggunakan sebuah laman.

Cobalah buka beberapa blog populer atau situs web, maka Anda akan menemukan tautan di bagian menu navigasi sebelah atas. Setiap link mungkin menuju ke satu halaman yang terdapat di blog atau situs web tersebut. Nah, persis seperti itulah laman blog dapat Anda manfaatkan.

Sebagai contoh, sebuah situs web yang dibuat menggunakan aplikasi blogging, dapat membuat beberapa laman untuk menyajikan informasi tentang bisnis mereka, daftar harga produk, testimoni pengguna dan sebagainya. Sedangkan bagi blog pribadi, dapat membuat laman untuk menampilkan informasi tentang latar belakang penulis, informasi kontak dan sebagainya. Dengan kata lain, terserah bagaimana Anda menggunakan laman di blog Anda dan informasi apa yang ingin Anda sajikan di sebuah laman.

Bagaimana cara membuat laman blog?

Tergantung dari aplikasi blogging yang Anda gunakan, Anda bisa membuat berapapun jumlah laman, tapi ada pula yang dibatasi jumlahnya. Bahkan, beberapa aplikasi blog tidak memiliki opsi membuat laman sama sekali.

Namun, hampir semua aplikasi blogging populer menyediakan fitur ini. Contohnya di Blogger.com, Anda dapat dengan mudah membuat sebuah laman dengan mengklik tombol Laman Baru melaui Dasbor.

Beberapa aplikasi blogging bahkan menyediakan fitur lebih lanjut untuk mengelola laman blog ini. Misalnya, Anda dapat mengatur urutan link laman yang tampil di menu bar navigasi, ataupun menyembunyikan laman mana saja yang tidak ingin Anda tampilkan di menu bar. Lebih jauh Anda dapat membuat hirarki laman untuk membuat menu dan sub-menu.

Disinilah pentingya Anda memilih aplikasi blogging yang sesuai dengan tujuan jangka panjang Anda membuat blog. Dan salah satu pertimbangan utamanya adalah yang berkaitan dengan fitur laman blog ini. Contohnya, WordPress dan Blogger sama menyajikan fitur bagus dalam mengelola laman blog, sementara Tumblr hanya memiliki fitur yang sangat terbatas berkaitan dengan masalah laman blog ini.

Salam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here