10 Cara Menurunkan Gula Darah Secara Alami Biar Lebih Sehat!

Penderita diabetes perlu memahami cara menurunkan gula darah agar kadarnya tetap stabil. Tak hanya efektif mencegah lonjakan kadar gula, berbagai cara menurunkan gula darah secara

Umam

cara menurunkan gula darah secara alami
10 Cara Menurunkan Gula Darah Secara Alami Biar Lebih Sehat! (sumber foto: freepik) | Ilustrasi

Penderita diabetes perlu memahami menurunkan gula darah agar kadarnya tetap stabil. Tak hanya efektif mencegah lonjakan kadar gula, berbagai cara menurunkan gula darah secara alami ini juga bisa meminimalisir risiko komplikasi diabetes.

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan berbagai gejala, antara lain mudah lelah, sering haus dan lapar, sering buang air kecil, kesemutan, pandangan kabur, dan luka yang sulit sembuh.

Bagaimana Biar Lebih Sehat?

Berikut ini adalah beberapa cara efektif cara menurunkan gula darah secara alami.

Cara Menurunkan Gula Darah Secara Alami

Jika tidak diobati, gula darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung dan kerusakan saraf atau ginjal.

Oleh karena itu, penderita diabetes perlu mengetahui cara efektif menurunkan gula darah agar dapat mengontrol kadar glukosa darahnya.

Berikut ini adalah beberapa cara menurunkan gula darah secara alami:

1. Jauhi makanan berlemak dan makanan manis

Salah satu pantangan bagi orang yang ingin menurunkan kadar gula darah adalah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak atau gula, seperti gorengan, makanan olahan, buah kalengan, mentega, permen, dan es krim.

Jika kamu tetap ingin mengonsumsi makanan tertentu yang mengandung lemak, pastikan makanan tersebut dibuat dengan minyak sehat atau susu rendah lemak. Selain itu, hindari menambahkan terlalu banyak gula pada makanan dan minuman.

2. Kontrol porsi makanan

Membatasi porsi makan dapat mengurangi asupan kalori dan mencegah lonjakan gula darah. Biasakan makan dengan porsi kecil secara perlahan dan selalu baca angka kalori pada label makanan kemasan sebelum mengkonsumsinya.

3. Jangan melewatkan waktu makan

Cara menurunkan gula darah secara alami lain yang efektif untuk menurunkan gula darah adalah dengan menghentikan kebiasaan melewatkan makan. Ini karena melewatkan makan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah pada waktu makan berikutnya.

4. Tingkatkan asupan serat kamu

Sebagai gambaran, jumlah asupan tersebut bisa ditutupi dengan mengonsumsi 7-8 buah apel atau 3-4 cangkir kacang polong rebus setiap hari.

5. Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah

Makanan dengan indeks glikemik rendah tidak menyebabkan kadar gula darah cepat naik. Contoh makanan tersebut adalah sayuran hijau, kacang merah, wortel, dan oat.

6. Minum banyak air

Adapun cara menurunkan gula darah secara alami dengan air dapat mengurangi rasa haus dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

7. Menjaga berat badan ideal

Kelebihan berat badan dan obesitas dapat membuat gula darah lebih sulit dikendalikan.

Oleh karena itu, penderita diabetes yang mengalami obesitas perlu menurunkan berat badan dan mempertahankannya agar kadar gula darah lebih mudah turun dan tetap stabil dalam kisaran normal.

8. Berolahraga secara teratur

Jenis olahraga untuk menurunkan berat badan adalah olahraga aerobik, misalnya jalan cepat, jogging, bersepeda, berenang, dan senam aerobik.

Untuk hasil yang optimal, disarankan untuk berolahraga selama 150 menit per minggu. Agar tidak terasa berat, kamu bisa berolahraga selama 30 menit setiap hari dan minimal 5 hari dalam seminggu.

9. Tidur yang cukup

Cara menurunkan gula darah secara alami selanjutnya adalah dengan tidur yang cukup. Pasalnya, kurang tidur dapat memengaruhi kadar gula darah dan fungsi insulin dalam tubuh.

Untuk menghindarinya, kamu perlu tidur yang cukup selama 7-9 jam setiap hari.

10. Kelola stres

Kamu bisa mengurangi stres dengan melakukan hobi, berolahraga, melakukan yoga, atau bersantai.

Akhir Kata

Jika kamu sudah menyampaikan atau melakukan semua cara menurunkan gula darah secara alami di atas, namun gula darah kamu masih sulit dikontrol, dokter akan melakukan penyesuaian terhadap jenis obat, terapi, dan pola makan kamu.

Related Post