Gadis Idaman Part 2: Pemalu Lagi Pendiam

Diam itu emas. Dan biasanya seorang lelaki yang pendiam, akan disebut dengan “cool”, yaitu lelaki yang keren. Namun gelar diam itu emas, akan lebih cocok disandang oleh seorang gadis. Diamnya seorang gadis akan membuatnya lebih tampak manis dan menarik.

Diam di sini bukan diam yang tidak memberikan kesan positif akan tetapi diam yang dikombinasikan dengan rasa malu yang tinggi. Malu itu adalah sebagian dari iman. Dan hebatnya lagi gadis yang pemalu lebih diidamkan dari pada gadis yang tidak tahu malu atau gadis yang nakal lagi urakan.

Diamnya seorang gadis idaman, itu berbeda dengan gadis biasa. Sebagai contoh adalah baginda Fatimah Azzahra r.a., atau baginda Aisyah r.a. Diamnya berbeda, malunya pun berbeda. Mereka diam pada saat yang tepat dan berbicara pada saat yang tepat pula. Sehingga membuat mereka nampak begitu berwibawa, anggun, lagi penuh kehormatan.

Gadis idaman harus memiliki rasa malu pada tempatnya. Ia malu untuk tidak berjilbab, ia malu untuk mengenakan pakaian ketat, ia malu untuk berkhalwat berdua dengan laki-laki yang bukan muhrimnya. Jika malu sudah melekat pada diri seorang gadis, maka dengan sendirinya ia akan lebih dihormati.

“Smart, bijak, anggun, cantik, belum sempurna jika malu belum ada pada diri seorang wanita, karena malu bagi seorang wanita ibarat sebuah gaun yang indah. Sehingga siapa pun wanita yang mengenakan pakaian malu ini akan nampak anggun dan indah pula.”

Coba anda penampilan seorang gadis lugu? Gadis lugu itu adalah gadis yang belum mengetahui apapun. Tapi mengapa ia memiliki daya tarik? Karena ada malu yang menghiasi dirinya. Nah bagaimanakah jika hiasan atau pakaian malu ini dikenakan oleh anda gadis idaman, gadis yang smart, santun, lagi bijaksana? Tentunya akan lebih membuat anda menjadi gadis yang diidam-idamkan oleh setiap pria.

Kombinasi pendiam dan rasa malu akan membuat orang yang mengenakannya mudah untuk tersenyum dan bukan tertawa. Bedakan antara senyuman dan tawaan. Senyuman itu begitu menarik, santun lagi mendamaikan. Sedangkan tertawa itu lebih cenderung kepada hal yang membuat seseorang kurang dihormati.

Tertawa yang berlebihan akan membuat seseorang akan nampak kurang terhormat. Tertawa terbahak-bahak atau sampai mengeluarkan suara yang keras akan membuat seorang gadis ‘nampak murah’.

Berbeda dengan senyuman yang membuat gadis menjadi nampak mahal di hadapan lelaki. Senyuman ini hanya bisa didapatkan dengan kombinasi antara malu dan pendiam. Sehingga akan menimbulkan senyum yang muncul dalam hati, bukan senyum yang dibuat-buat.

Jadilah gadis pemalu yang diidam-idamkan, jadilah gadis pendiam, yang tidak terlalu banyak bicara.