Juz 5: Isi, Tema, Waktu Diturunkan dan Ayat-ayat Pilihan

Apa yang dimaksud dengan “juz” dalam Qur’an?

Yang utama, Qur’an terbagi menjadi bagian-bagian surat dan ayat. Tapi sebagai tambahan, Qur’an pun dibagi menjadi 30 bagian sama panjang, disebut dengan Juz. Pembagian juz ini bertujuan memudahkan dalam membaca Qur’an selama periode satu bulan. Terlebih pada saat bulan Ramadhan, di mana sangat dianjurkan untuk menuntaskan membaca Qur’an paling tidak satu kali khatam (membaca seluruh isi Al-Qur’an dari awal sampai akhir).

Surat dan ayat yang terkandung dalam juz 5

Juz ke-5 Al-Qur’an dimulai dari Surat An Nisa ayat 24 sampai dengan ayat 147.

Kapan surat dan ayat dalam juz 5 diturunkan?

Ayat-ayat dalam juz 5, sebagian besar diturunkan di tahun-tahun awal setelah hijrah ke Madinah, terutama dalam rentang tahun ke 3 – 5 H. Banyak dari ayat-ayat tersebut berkaitan langsung dengan peristiwa ‘kekalahan’ Muslim pada Perang Uhud, termasuk ayat-ayat tentang anak-anak yatim dan pembagian warisan yang khusus berlaku pada saat itu.

Ayat-ayat pilihan di juz 5

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. 4 : 36)

Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah [dengan yang serupa]. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. (QS. 4 : 86)

Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. (QS. 4 : 124)

Tema utama juz 5 Al-Qur’an

Judul surat keempat Qur’an (An Nisa) bermakna “perempuan”. Ini merujuk pada berbagai isu tentang perempuan, kehidupan keluarga, pernikahan dan perceraian. Berdasarkan kejadian saat diturunkan, surat ini juga banyak menyinggung peristiwa kekalahan Muslim pada Perang Uhud.

Satu tema yang merupakan kelanjutan dari juz sebelumnya, yaitu tentang hubungan antara Muslim dan orang-orang ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani). Qur’an memperingatkan Muslim agar tidak mengikuti jejak mereka yang merubah keyakinan, menambahkan ajaran agama di sana-sini, dan keluar jauh dari ajaran Nab-nabi mereka.

Pembahasan dan tata cara perceraian juga dijelaskan dalam juz ini, termasuk langkah-langkah dalam perceraian untuk menjamin hak-hak suami dan istri.

Tema utama dalam juz 5 ini adalah tentang kesatuan umat Muslim. Allah menganjurkan orang-orang beriman untuk melakukan jual-beli dengan pihak lain dengan prinsip “sukarela” (QS. 4:29) dan memperingatkan Muslim untuk tidak iri terhadap apa-apa yang dimiliki orang lain (QS. 4:32).

Orang-orang Islam juga diingatkan tentang orang-orang munafik, yang berpura-pura seolah-olah mereka beriman, padahal sesungguhnya mereka berniat menghancurkan umat Islam. Pada saat ayat ini diturunkan, ada sekelompok orang-orang munafik yang berencana menghancurkan umat Muslim dari dalam. Qur’an menginstruksikan orang-orang beriman agar berdamai dengan mereka dan menghargai perjanjian yang dilakukan dengan mereka, namun jangan segan melawan mereka tanpa ragu jika mereka terbukti berkhianat dan memerangi umat Muslim (QS. 4:89-90)

Kemudian yang lebih penting dari itu semua, Muslim diperintahkan untuk berbuat adil dan berdiri di atas keadilan.

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia[1]kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan [kata-kata] atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (QS. 4:135)