Juz 8: Isi, Tema, Waktu Diturunkan dan Ayat-ayat Pilihan

Apa yang dimaksud dengan “juz” dalam Qur’an?

Yang utama, Qur’an terbagi menjadi bagian-bagian surat dan ayat. Tapi sebagai tambahan, Qur’an pun dibagi menjadi 30 bagian sama panjang, disebut dengan Juz. Pembagian juz ini bertujuan memudahkan dalam membaca Qur’an dalam waktu satu bulan. Terlebih pada saat bulan Ramadhan, di mana sangat dianjurkan untuk menuntaskan membaca Qur’an paling tidak satu kali khatam (membaca seluruh isi Al-Qur’an dari awal sampai akhir).

Surat dan ayat yang terkandung dalam juz 8

Juz ke-8 Qur’an berisi 2 surat: bagian akhir dari Surat Al-An’am (mulai dari ayat 111) dan permulaan Surat Al-A’raf (sampai ayat 87).

Kapan surat dan ayat dalam juz 8 diturunkan?

Bagian pertama juz ini, yaitu Surat Al-An’am, diturunkan di Mekah sebelum peristiwa hijrah ke Madinah. Setela membicarakan tentang wahyu-wahyu sebelum Qur’an dan hubungan Islam dengan orang-orang ahli kitab, pembahasan kemudian beralih ke paganisme, dan penolakan terhadap ajaran tauhid.

Ayat-ayat pilihan di juz 8 Qur’an

Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya] melainkan dengan sesuatu [sebab] yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami [nya].

Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa’at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat [mu], dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. (QS. 6:151-152)

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka [terpecah] menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah [terserah] kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (QS. 6:159)

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap [memasuki] masjid makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. 7:31)

Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah [Allah] memperbaikinya dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut [tidak akan diterima] dan harapan [akan dikabulkan]. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. 7:55-56)

Tema utama juz 8 Al-Qur’an

Surat Al-An’am berlanjut dengan peringatan bahwa orang-orang beriman sebaiknya menghindari mereka yang ingkar dan keras kepala. Mereka mungkin terlihat sukses dan berhasil dalam berbagai bidang di dunia ini, tapi mereka akan menerima hukuman dari Allah pada hari pembalasan kelak. Dikatakan bahwa meski mereka melihat satu keajaiban dan mu’jizat sekalipun, mereka tetap tidak akan menerima kebenaran.

Allah telah mengutus para Rasul dengan membawa kebenaran. Dia menjanjikan bahwa tidak akan menghancurkan (menghukum) satu kaum tanpa terlebih dahulu memberi mereka kesempatan dan sebuah peringatan melalui utusan-Nya (6:131).

Di sini, peringatan khususnya dialamatkan kepada kaum pagan (penyembah berhala). Mereka mengangkat “sekutu” bagi Allah dan menciptakan tradisi dan ritual-ritual tanpa dasar keimanan: “…. mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.”(6:140). Juga disinggung mereka yang “…. memecah belah agamanya dan mereka [terpecah] menjadi beberapa golongan (sekte) ….” (6:159).

Terlepas dari semua keingkaran orang-orang kafir, ketentuan Allah pasti akan terjadi. Dan orang-orang Muslim diperintahkan untuk selalu mengikuti jalan yang lurus dengan penuh keimanan dan berserah diri kepada Allah.

Juz 8, kemudian berlanjut dengan Surat Al-A’raf. Kembali orang-orang beriman diingatkan tentang nabi-nabi terdahulu yang menghadapi kesulitan yang sama dialami oleh Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya. Beberapa nabi yang dikisahkan di sini di antaranya: Nabi Adam, Nuh, Hud, Shaleh, Luth dan Nabi Syu’aib. Mereka seluruhnya ditolak oleh umat mereka, namun pada akhirnya kebenaran akan muncul. Dari sini lah Qur’an mengingatkan agar manusia lebih bijaksana dan dapat mengambil pelajaran dari kisah masa lampau.