Kisah Ahli Ibadah dan Kabar Munculnya Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar РDikisahkan, dahulu kala di masyarakat Bani Israil terdapat seorang ahli ibadah yang telah beribadah selama 300 tahun lamanya. Ahli ibadah itu sangat ingin mendapatkan wahyu dari Allah SWT.

Ahli ibadah ini juga diberikan oleh Allah satu pohon kurma yang tumbuh dan terus berbuah tanpa henti. Pohon kurma ini bisa dipetik setiap hari untuk makanannya. Hal ini membuat ia merasa tenang. Rasa tenang karena adanya pohon kurma ini lah yang menyebabkan ia tidak diberi wahyu oleh Allah SWT.

Pada suatu saat, datanglah seruan kepadanya: “Sesungguhnya Aku – Allah – tidak memberi wahyu kepada orang yang hatinya tenang bukan karena mengingat-Ku.” Ahli ibadah itu pun menjawab¬†dengan penuh kesantunan: “Ya Allah apakah yang mengakibatkan hatiku tenang bukan karena mengingat-Mu?”

“Pohon yang buahnya kau makan setiap hari.”

Kemudian ahli ibadah ini menebang pohon kurma dan mulai beribadah dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya turunlah firman Allah:

“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku mempunyai satu malam yang melebihi seluruh ibadahmu. Malam itu adalah malam penuh kemuliaan.”

Sebenarnya kita diberi sebuah karunia yang sangat luar biasa oleh Allah. Allah memberikan kemuliaan bagi umat muslim di bulan Ramadhan. Malam itu lebih dikenal dengan malam kemuliaan atau malam Lailatul Qadar. Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan malam kemuliaan tersebut, Amin….

Malam ini dikabarkan turun pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Namun sejatinya kita tidak tahu secara pasti kapan malam itu datang, sehingga kebiasaan yang baik yang seharusnya dilakukan oleh Muslim adalah beribadah dan beriktikaf di masjid dengan dzikir, shalat, membaca al-Quran dan kegiatan ibadah lainnya.

Ini lah kabar munculnya malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan, yang dinantikan oleh setiap orang muslim di dunia. Malam ini akan diberikan kepada orang-orang yang terpilih. Salah satu tanda jika seseorang mendapatkan malam kemuliaan ini adalah dia lebih mudah untuk beribadah,  sifat dan sikapnya berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Jadi jangan percaya jika ada orang yang mengaku melihat keajaiban di malam Ramadhan dan mengaku melihat Lailatul Qadar, akan tetapi sifatnya tidak mencerminkan seorang yang salih. Allahu a’lam….