Karena “Kode” Identik dengan Kekanak-kanakan

Arief Ghozaly

Karena Kode-Kodean Adalah Identik Dengan Kekanak-Kanakan
Gambar via - emm-a-man.com

Cowok : Wajah kamu kok bete gitu, sih?
Cewek : Iya, aku nggak apa-apa kok.
Cowok : Kamu yakin?
Cewek : Iya, aku yakin.
Cowok : Yaudah deh kalau memang gitu.
Cewek : Kamu gimana, sih? Nggak pernah bisa peka isi hati wanita! Kamu itu jahat ya.. Aku benci sama kamu!

Pernahkah kamu berdebat dengan pasangan kamu seperti gini? Ya! Itulah wanita. Ingin dimengerti tapi nggak mau kasih penjelasan yang pasti, dengan kata lain adalah suka main -kodean. Wanita selalu ingin dimengerti akan tetapi nggak pernah ngomong (komunikasi) apa maunya ke pasangan.

Hey. Tahukah kamu bahwasanya laki-laki adalah makhluk dangkal? Begitu dangkalnya mereka, mereka susah banget menerjemahkan hal-hal sepele yang dibuat menjadi rumit.

Contohnya adalah kasus seperti diatas. Kamu marah, ketika kita bertanya tentang ada apa dengan kamu, apa yang salah dari hubungan kita, dan segala pertanyaan yang bisa kamu jawab, kamu malah menjawab nggak apa-apa tapi dengan ekspresi yang nggak enak dilihat pula.

Gambar via – emm-a-man.com

Kamu berharap pada pasangan kamu untuk bisa mengerti kamu dan mau meminta maaf atau memberikan perhatian ke kamu. Oke, sebenarnya kita tahu bahwa pada saat itu kamu marah. Kami bertanya ada apa dengan kamu dengan harapan, memastikan, dan mendengar langsung dari mulut kamu. Ketika kamu bilang, “aku nggak apa-apa”, “aku baik-baik saja”, “aku nggak marah sama kamu”, saat itu juga kita berpikir bahwa dugaan kita adalah salah.

Secara nggak langsung, kamu udah memberikan penjelasan bahwa kita nggak perlu berpikir kalau kamu sedang marah, dan kita nggak perlu pusing dengan apa yang kamu rasakan itu juga. Kamu juga udah jawab “nggak apa-apa”, berarti kamu baik-baik saja, kan?

Nah.. Sekarang siapa yang salah? Siapa yang nggak peka, kamu atau kita? Kalau kejadiannya seperti diatas, secara nggak langsung kamu menutup kepekaan dan kepeduliaan kita pada pasangan (kamu, misalnya). Seandainya kamu mau berkomunikasi dan mengungkap segala hal yang kamu rasakan, mungkin tidak akan berakhir seperti ini.

Kalau kamu mau jujur, kita bakal lebih responsif kok, dan kita tahu dengan apa yang harus kita lakukan untuk kamu. Kita sangat menghargai kejujuran kamu, sekecil apapun itu akan kita hargai.

Oh, iya. Sebenarnya kamu bisa marah pada kita dengan cara yang cerdas. Disini saya akan jelaskan marah secara elegan. Bagaimana caranya? Kamu cukup memberikan penjelasan dengan apa yang kamu rasakan saat itu juga, berikan alasan yang pasti dan akurat. Misalnya, “Sayang.. Aku udah lama banget nungguin kamu disini. Kamu kemana aja sih? Lagian, aku udah tungguin kamu selama setengah jam disini. Coba deh kalau kamu diposisi aku, gimana rasanya? Kamu bisa kan jangan gini lagi? Lain kali jangan telat lagi ya”.
Nah.. Enakan mana, obrolan yang diatas atau yang barusan saya jelaskan?

Ladies… Kamu memberi kita kode-kodean yang super nggak jelas ke kita, sama halnya seperti kamu memberikan kode pada benda mati.

Kamu nggak kasihan ke kita, pikiran kita udah dangkal banget, dan kamu memaksakan kita untuk menerjemahkan “kode” dari kamu, bahkan dengan harapan kita memahami perasaan kamu? Ayolah, komunikasi itu adalah nomor satu dalam suatu hubungan!

So, jangan diulangi lagi ya! Kita sangat menghargai kejujuran dan keterbukaan tentang perasaan kamu kok selama itu baik untuk hubungan kita ke masa depan.

Kamu harus yakin bahwa kamu sudah mempunyai pola pikir secara dewasa, seberapa pun umur kamu. Kenapa? Karena bersikap dewasa adalah pilihan.

Punya opini, pendapat, dan saran tersendiri? Kamu bisa beri komentar!

Tags

Related Post