Kenali 8 Penyebab Anak Memiliki Sikap Keras Kepala

ERUDISI.com – Sikap yang dimiliki seorang anak biasanya tidak jauh berbeda dari sikap orang tuanya. Banyak sekali orang tua yang mengeluhkan sikap keras kepala yang

Arga Fica

Kenali 8 Penyebab Anak Memiliki Sikap Keras Kepala ( Source Images:iStock)
Kenali 8 Penyebab Anak Memiliki Sikap Keras Kepala ( Source Images:iStock)

ERUDISI.com – Sikap yang dimiliki seorang anak biasanya tidak jauh berbeda dari sikap orang tuanya. Banyak sekali orang tua yang mengeluhkan yang dimiliki oleh anak.

Orang tua biasanya kurang menyadari bahwa setiap sikap, perkataan dan perbuatan mereka entah baik atau buruk dapat ditiru oleh anaknya.

Untuk itu sebagai orang tua harus hati-hati dalam mengucapkan setiap perkataan dan perbuatan agar anak dapat meniru hal yang positif saja.

Membentuk karakter anak memang bukanlah suatu hal yang mudah dan dalam pembentukan karakter anak tidak boleh ada paksaan. Orang tua harus memiliki kesabaran yang cukup tinggi, agar anak dapat belajar memahami dan mempunyai pikiran yang terbuka.

Untuk menghindari sebagai orang tua harus mengetahui, beberapa hal yang menjadi penyebab anak keras kepala dan berikut beberapa penyebabnya.

:

1.  Orang Tua Selalu Menuruti Keinginan Anak

Setiap orang tua memang pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya termasuk memenuhi semua keinginan anaknya selagi bisa. Menuruti keinginan anak memang bukan hal yang salah namun jika orang tua selalu sering menuruti keinginan anak juga dapat memberikan dampak negatif bagi sang anak, jika dikemudian hari orang tua tidak bisa memenuhi keinginan anak maka anak akan cenderung lebih mudah marah.

2.  Kurang Perhatian

Ketika anak merasa kurang diperhatikan oleh orang tuanya biasanya anak akan mudah rewel, menangis ataupun marah dan berharap dengan dia rewel, menangis dan marah orang tuanya segera datang untuk memperhatikan nya.

Karena ketika anak merasa kurang diperhatikan hatinya merasa kecewa dan sedih. Untuk itu mari sebagai orang tua sesibuk apapun pekerjaan kita alangkah baiknya jika kita menyisakan waktu untuk bermain bersama anak meskipun itu tidak lama.

Jika orang tua bisa membagi waktu dengan anak maka anak lama-kelamaan juga akan mengerti dan paham dengan keadaan orang tuanya.

3. Anak Sering Dimarahi

Anak-anak memang aktif dan suka mencari dan juga belajar berbagai hal baru, tak jarang juga anak-anak seringkali berbuat kesalahan akibat ketidaktahuan nya. Sebenarnya membuat kesalahan merupakan hal yang wajar karena anak-anak masih belajar.

Namun tidak semua orang tua memahami hal tersebut dan malah ketika anak kedapatan berbuat kesalahan orang tua tanpa berpikir panjang memarahi anaknya.

Memang orang tua memarahi anak dengan tujuan agar anak mengerti resiko dari apa yang telah diperbuat nya dan berharap tidak akan mengulangi kesalahannya kembali.

Namun tanpa disadari memarahi anak dapat menyebabkan anak merasa kesal dan sedih sehingga hal tersebut juga dapat membuat anak mempunyai watak yang keras. Jika anak melakukan kesalahan baiknya orang tua menasehati nya daripada memarahi nya.

4. Meniru Kebiasaan Orang Tua

Anak-anak dapat mempunyai sikap dan watak yang keras terkadang juga dari lingkungan keluarganya yaitu dari kebiasaan orang tuanya sendiri.

Jika orang tua sering berbicara dengan nada keras ataupun sering berbicara dengan menggunakan kata yang kotor maka ada kemungkinan besar anak akan meniru kebiasaan dari orang tuanya.

Anak-anak sering meniru kebiasaan orang tuanya baik itu kebiasaan positif maupun buruk karena menurut mereka apa yang di perbuatnya merupakan hal yang baik dan wajar karena kedua orangtuanya melakukan hal tersebut.

5. Selalu Membandingkan Anak

Jangan pernah membanding-bandingkan anak kita dengan temannya karena membanding-bandingkan anak kita dengan temannya akan menjadikan anak kita merasa sedih, kesal dan kehilangan rasa percaya diri sehingga anak akan merasa dan memiliki pikiran bahwa orang tuanya tidak sepenuhnya menyayanginya.

Sebagai orang tua harusnya kita sepenuhnya bisa memberi dukungan kepada anak kita hindari membanding-bandingkan anak dengan anak orang lain ataupun temannya, karena tindakan tersebut dapat membuat anak memiliki sikap keras kepala.

6. Pengaruh Teman

Ketika anak berada di luar rumah atau saat di sekolah kita sebagai orang tua memang tidak bisa selalu mengawasi anak kita, dalam berteman alangkah baiknya kita sebagai orang tua mengetahui bagaimana sikap dan watak dari teman anak kita agar kita dapat menasehati anak untuk bisa jaga diri ketika bersama teman-temannya.

Memang kebanyakan kasus dari teman seseorang dapat berubah menjadi orang yang baik ataupun sebaliknya, pengaruh dari teman sangat berdampak besar bagi diri.

Jika dalam berteman anak tidak mempunyai batasan dan kurang bisa membedakan antara mana yang baik dan kurang baik yang ditakutkan oleh setiap orang tua adalah anak terjebak dalam pergaulan yang tidak sehat.

7. Hubungan Orang Tua Yang Kurang Harmonis

Ketika anak mendapati kedua orang tuanya sedang marah atau bertengkar anak akan merasa ketakutan dan kesal, karena semua anak ingin kedua orang tuanya saling menyayangi dan mengasihi dan terhindar dari pertengkaran.

Jika ada konflik dengan suami atau istri kita usahakan selesaikan konflik yang ada dengan hati dan pikiran yang tenang jangan dengan keadaan marah karena selain dapat menyakiti hati pasangan tindakan tersebut juga dapat memberikan dampak yang buruk bagi mental anak.

8. Terlalu Menekan Anak

Setiap orang tua pasti berharap anaknya mendapatkan yang terbaik namun terkadang orang tua tidak mengerti dengan pasti sampai mana kemampuan yang dimiliki oleh anak kita dan apa yang menjadi minat anak kita akibat dari kurangnya komunikasi.

Meski tidak semua orang tua seperti itu tapi sebagian orang tua menuntut anaknya agar anaknya bisa menuruti keinginan orang tuanya meski dengan tujuan demi kebaikan anaknya.

Hal tersebut dapat membuat anak merasa tertekan dan kesal kepada orang tuanya dan akibat dari tekanan yang diberikan oleh orang tuanya dapat menjadikan anak emosi dan memiliki watak yang keras.

Itulah beberapa hal yang harus diketahui oleh orang tua dalam mendidik anak , mengingat keluarga merupakan tempat pembentukan karakter utama anak.

Untuk itu jika kita menginginkan anak kita mempunyai karakter yang baik kita sebagai orang tua juga harus bisa mengubah karakter kita menjadi pribadi yang semakin baik lagi, agar kita dapat menjadi contoh untuk anak-anak kita.

 

Related Post