Kenali STEMI, Serangan Jantung Tiba-tiba Sebabkan Kematian

Afifah

Sumber foto: Unsplash.com/ Ali Hajiluyi

Erudisi.com – Pernah mendengarkan kematian karena serangan tiba-tiba? Beberapa orang pasti sudah mendengarkannya. Karena, serangan jantung secara tiba-tiba ini muncul dan memiliki risiko kematian lebih tinggi daripada sakit lainnya. Penyakit jantung ini disebut dengan (ST-elevation myocardial infarction).

STEMI merupakan serangan jantung karena tersumbatnya seluruh pembuluh darah arteri. Penyumbatan ini membuat otot jantung tidak bisa mendapatkan persediaan darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Karena tidak mendapatkan suplai, kondisi seperti ini sering menyebabkab kematian bagi seseorang.

STEMI terbagi menjadi dua jenis berdasarkan letak penyumpatannya, yaitu STEMI Anterior dan STEMI Interior.

  • STEMI Anterior merupakan penyumpatan di left anterior descending (LAD). LAD memiliki tugasnya sendiri yaitu memberikan aliran darah ke sisi depan jantung.
  • dan STEMI Interior merupakan penyumbatan di arteri coroner kanan (RCA) atau left circumflex (LCX). LCX memiliki fungsinya tersendiri, bagian ini bertugas memberikan pasokan darah ke sisi bawah jantung dan dinding bagian samping.

Kedua penyakit tersebut sama-sama berbahaya bagi keselamatan nyawa seseorang, sebaiknya kamu mengenali bagaimana gejala STEMI agar bisa mewaspadainya.

Gejala dan penyebab STEMI

STEMI memiliki gejala yang tidak jauh berbeda dengan serangan jantung lainnya. Dilansir Cleveland Clinic, STEMI akan memberikan gejala sebagai berikut:

  • Sesak napas,
  • Menimbulkan rasa tidak nyaman pada bagian perut,
  • Jantung berdetak lebih kencang daripada biasanya,
  • Merasakan cemas,
  • Sakit kepala,
  • Pingsan,
  • Nyeri dada.

Terdapat sedikit perbedaan pada wanita, gejala STEMI mungkin tidak separah pria. Namun, ada beberapa gejala tambahan yang mungkin dirasakan oleh wanita, diantaranya:

  • Susah tidur,
  • Tubuh terasa lebih lelah,
  • Muntah,
  • dan nyeri pada punggung, rahang, leher, lengan, dan bahu.

Jika kamu sudah merasakan gejala-gejala yang tidak biasa tersebut, segera konsultasi ke dokter agar tidak terjadi komplikasi lebih parah lagi dan sebabkan kematian. Karena, penyebab utama STEMI membuat terjadinya penumpukan plak yang terbuat dari kolestrol dan lemak di pembuluh darah. Ketika plak menyumbat aliran, otot jantung akan rusak dan itulah yang menyebabkan jantung tiba-tiba berhenti berdetak.

STEMI terjadi bukan karena sebab apapun, beberapa faktor berikut ini sangat memengaruhi terjadinya penyakit jantung tiba-tiba bagi seseorang.

  • Malas berolahraga dan banyak mengonsumsi makanan mengandung lemak, gula, dan garam,
  • Faktor umur: Pria berusia 45 tahun ke atas dan 50 tahun ke atas untuk wanita,
  • Kebiasaan merokok,
  • Faktor genetik atau keturunan,
  • Sering mengonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol berlebihan.

Mengingat bagaimana menakutkannya penyakit jantung ini, kamu sudah harus membiasakan pola hidup sehat mulai saat ini dan jangan melakukan kegiatan yang mungkin bisa memberikan efek buruk pada jangka panjang.

Metode pemeriksaan STEMI

Untuk mendiagnosis seseorang terjangkit STEMI atau tidak, dokter akan melakukan beberapa jenis pemeriksaan.

  • Pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan evaluasi terhadap gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien,
  • Elektrokardiografi (EKG), memeriksa aktivitas kelistrikan jantung,
  • Tes troponin, melakukan pemeriksaan biomarka untuk memeriksa serangan jantung yang terjadi.

Namun, jika diperlukan dokter akan merekomendasikan pemeriksaan tambahan, seperti:

  • CT Scan: menggunakan ­X-ray untuk melihat bagaimana keadaan dalam jantung agar bisa melihat sumbatan arteri yang terjadi.
  • MRI: pemeriksaan ini memberikan hasil lebih pasti dengan menggunakan gelombang magnet untuk mendapatkan visual jantung dengan resolusi lebih tinggi.

Jadi, hati-hati akan serangan penyakit jantung berbahaya ini, ya! Perhatikan pola hidup kamu agar terhindar dari segala macam penyakit di tengah kondisi lingkungan yang sedang tidak baik seperti saat ini.

Related Post