Lingkungan Kotor: Dampak Negatif dan Upaya Pencegahannya

Menjaga kebersihan lingkungan sekitar menjadi kewajiban setiap orang, faktanya hal tersebut justru sulit diterapkan. Kebanyakan orang masih memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan dan tidak mengherankan jika membuat lingkungan kotor. Apabila lingkungan tempat tinggal kotor, tentunya akan dampak yang dirasakan oleh masyarakat.

5 Dampak Negatif Lingkungan Yang Kotor

1. Keseimbangan Lingkungan Terganggu

Apabila suatu lingkungan kotor dan tercemar, maka akan menyebabkan keseimbangan lingkungan menjadi terganggu atau tidak stabil. Ketidakseimbangan ini akan berpengaruh pada ekosistem yang hidup pada lingkungan tersebut, baik ekosistem air, darat dan sebagainya. Manusia yang tinggal di sekitar tempat tersebut juga tidak nyaman, bahkan akan ada banyak tumbuhan dan hewan yang mati.

2. Munculnya Berbagai Macam Penyakit

Pada umumnya, bakteri dan virus akan muncul dari lingkungan yang kotor atau karena manusia tidak menjaga kebersihan dirinya. Kondisi ini juga berlaku pada lingkungan tempat tinggal yang jauh dari kata bersih. Nantinya akan muncul penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor, contohnya disini seperti diare, DBD dan lain sebagainya.

Kondisi seperti ini akan bertambah parah jika kebiasaan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut tidak berubah. Langkah awal yang tepat untuk mencegah agar tidak terlalu parah adalah dengan membersihkan tempat tinggal masing-masing. Pastikan juga membuang sampah pada tempatnya, bukan sembarang tempat seperti sungai dan sebagainya.

3. Udara Tidak Sehat

Lingkungan yang tidak bersih seperti banyak timbunan sampah tentunya akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Apabila kondisinya semakin parah, udara yang berada di lingkungan tersebut menjadi tidak sehat dan membuat banyak orang menjadi tidak nyaman. Orang-orang yang tinggal di lingkungan tersebut mau tidak mau harus membersihkannya agar tidak menimbulkan bau.

4. Saluran Air Tidak Lancar

Lingkungan kotor seperti pembuangan sampah di gorong-gorong pada awalnya memang tidak menimbulkan masalah. Namun jika tidak ada perubahan, nantinya akan muncul masalah baru. Saluran air pada gorong-gorong menjadi tidak lancar dan menimbulkan banjir. Air banjir ini tentunya membawa kuman, bakteri hingga virus pada manusia.

Apabila lingkungan terjadi banjir, mau tidak mau harus menjaga kebersihan diri masing-masing. Setiap orang harus membiasakan diri mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang makanan dan sebagainya. Pasalnya jika tidak dilakukan, tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan terjangkit penyakit.

5. Terjadinya Pencemaran Tanah

Kondisi lingkungan kotor tentunya akan mempengaruhi kondisi tanah. Secara perlahan, tingkat kesuburan tanah akan berkurang karena adanya pencemaran tersebut. Jika berlangsung dalam jangka waktu yang lama, nantinya tumbuhan akan layu, kemudian mati. Jika sudah demikian, maka udara akan menjadi lebih panas dibandingkan biasanya karena produksi oksigen menjadi berkurang.

Cara Mengatasi dan Pencegahan Lingkungan Kotor

1. Mulailah Dengan Menjaga Kebersihan Rumah

Cara termudah untuk mencegah lingkungan menjadi kotor dan tercemar adalah mulailah dengan menjaga kebersihan di lingkungan rumah terlebih dahulu. Masing-masing anggota keluarga dapat menjaga kebersihan, begitu juga dengan seluruh masyarakat di lingkungan tersebut. Jika hal ini dapat diterapkan dan dipertahankan, maka lingkungan kotor dapat dihindari.

2. Pisahkan Sampah Sesuai Jenisnya

Pentingnya memisahkan sampah sesuai jenisnya adalah agar memudahkan pihak pendaur ulang yang tidak perlu mengelompokkannya lagi. Disisi lain juga proses penguraiannya tidak tercampur antara jenis satu dengan yang lainnya. Dengan demikian, setidaknya dapat mengurangi bau yang ditimbulkan dari sampah tersebut.

3. Lakukan Daur Ulang Sampah

Meskipun jarang dilakukan oleh banyak orang, namun daur ulang sampah bisa menjadi solusi pencegahan lingkungan kotor. Misalkan sampah plastik seperti botol bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain atau dilakukan daur ulang menjadi benda berguna. Sekarang ini bahkan beberapa kali muncul inovasi daur ulang sampah menjadi benda-benda yang bermanfaat.

4. Tidak Membuang Sampah Sembarangan

Ini merupakan kebiasaan mudah, namun masih banyak masyarakat yang jarang melakukannya. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya ini memberikan dampak positif yang banyak, salah satunya dalam pencegahan lingkungan tercemar. Dengan membuang sampah di tempatnya, setidaknya dapat mencegah banjir, munculnya sumber penyakit dan sebagainya.

5. Lakukan Kerja Bakti Rutin

Melakukan kerja bakti secara rutin setiap 1 minggu sekali atau 2 minggu sekali menjadi opsi lain dalam mempertahankan lingkungan yang bersih. Kerja bakti bisa dilakukan secara serentak dapat membersihkan seluruh lingkungan masing-masing.

Penutup

Dengan mengetahui dampak negatif dari lingkungan kotor, setidaknya masyarakat harus sadar pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih. Terlebih di atas juga sudah dituliskan cara mengatasi serta pencegahan agar lingkungan tersebut tidak kotor.