Makanan yang Perlu Dihindari bagi Muslim yang Berwisata ke Pulau Bali

Bali adalah sebuah pulau wisata yang mayoritas masyarakatnya menganut agama Hindu Budha. Kehidupan keagamaan di pulau Bali sangatlah baik. Baik dari segi toleransi antar umat beragama maupun kerukunan antar masyarakatnya. Sikap saling hormat-menghormati sangat dijunjung tinggi di pulau Bali.

Ketika saya dan rombongan muslim lainnya berkunjung ke Bali dan menikmati makanan di restoran Bali, terlihat ada anjing yang berjaga di luar restoran. Kemudian salah seorang pelayan wanita keluar dan menyingkirkan dan menjauhkan anjing tersebut dari kami. Karena mereka mengetahui bahwa seorang muslim tidak suka jika terdapat anjing di dekatnya. Sifat harmoni seperti inilah yang tercermin pada masyarakat Bali.

Namun, meskipun orang Bali sangat menghormati dalam sikap hidup beragama, tapi terkadang ada saja oknum yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Saya masih ingat, di Bali itu ada sebuah sate yang biasa disebut dengan “sate iya”.

Nah, jika sahabat muslim ingin membeli sate sebaiknya carilah toko-toko makanan yang terdapat sertifikat halal. Di Bali sendiri sertifikat halal biasanya jelas terpampang di toko  atau pun restoran, jadi memudahkan untuk mengetahui mana yang menyediakan makanan halal dan mana yang tidak.

Namun ketika anda membeli sate di jalanan, ternyata belum tentu sate tersebut adalah sate ayam. Ketika anda bertanya apa ini sate ayam, penjual nakal dengan enteng menjawab “iya”. Makanya kemudian terkenal dengan istilah “sate iya”. Karena ketika anda bertanya apakah ini sate ayam, penjual akan menjawab iya, meski dagingnya daging babi atau lainnya.

Tapi memang tidak seluruh pedagang di jalan-jalan ini oknum nakal. Mungkin hanya satu dua saja yang melakukan hal tersebut. Karena itu saya mengingatkan untuk berhati-hati ketika membeli sate di jalan-jalan Bali.

Ya, di manapun tempat, selalu saja ada orang-orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, yang membuat orang lain yang jujur yang dan santun terkena imbasnya.

Untuk itu, bagi muslim yang berkunjung ke pulau Bali, sebaiknya jajan makanannya di resto-resto yang jelas kehalalannya sebagai tindakan preventif atau hati-hati.