Mantan Presiden FIFA Sesalkan Qatar sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022, Mengapa?

Afifah

Sumber foto: Instagram.com/ @worldcup.2022.qatar

Pengakuan mengejutkan datang dari Sepp Blatter, mantan Presiden sebelumnya. Ia mengaku menyesalkan keputusan FIFA memilih sebagai negara tuan rumah Piala Dunia 2022 mendatang.

Dikutip dari Sky Sports, Sepp Blatter mengungkapkan bahwa pada 2018, manajemen FIFA sepakat akan menjadikan Amerika Serikat sebagai tuan rumah setelah Rusia. Siasat ini menjadi salah satu isyarat perdamaian ketika dua lawan politik menjadi tuang rumah Piala Dunia secara bergantian.

Kemudian, Sepp Blatter juga mengatakan Qatar belum pantas mendapatkan penghormatan sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022. “Qatar merupakan negara yang terlalu kecil dan Piala Dunia terlalu besar baginya”, pungkasnya.

“Bagi saya sudah jelas, Qatar adalah sebuah kesalahan. Pilihan yang buruk.” Ungkapnya pada surat kabar Swiss Tages-Anzeiger. Sepp Blatter benar-benar menyayangkan bagaimana ia dulu bisa menetapkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 alih-alih Amerika Serikat.

Semua ungkapannya tersebut tidak disertai alasan spesifik selain luas daerah Qatar. Sepp Blatter tidak menyertakan alasan setelah mengeluarkan statement dengan penuh kontroversi di saat Piala Dunia 2022 tinggal beberapa minggu lagi.

Namun, ungkapan mantan Presiden FIFA itu seakan menyinggung berbagai kontroversi yang sudah terjadi selama persiapan Piala Dunia Qatar 2022 dimulai. Kontroversi pertama adalah waktu pelaksanaan Piala Dunia 2022.

Dari sekian lamanya pertandingan dunia ini dimulai, baru kali ini Piala Dunia diadakan pada akhir tahun di tengah musim dingin. Selain membutuhkan persiapan ekstra dan stamina yang lebih karena bermain di tengah musim dingin, kompetisi Eropa terpaksa dipadatkan untuk mengikuti jadwal Piala Dunia 2022.

Bahkan, ada beberapa kompetisi yang harus ditunda satu sampai dua bulan karena bertabrakan dengan perhelatan akbar ini. Selain waktu pelaksanaan, dunia juga sempat dihebohkan atas isu pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Qatar.

Disebut-sebut, Qatar akan menjadi tuan rumah dengan penyelenggara Piala Dunia termahal di dunia. Namun, terdengar isu mereka mengeksploitasi para pekerja yang membantu persiapan Piala Dunia Watar 2022. Kabarnya, Qatar tidak membayar gaji para pekerja dan selama pembangunan infrastruktur, telah berjatuhan banyak pekerja karena kerasnya sistem kerja.

Di samping berbagai kontroversi Piala Dunia Qatar 2022, Sepp Blatter mengaku lega karena tidak ada yang memboikot pertandingan terbesar di dunia tersebut. Apakah benar memilih Qatar adalah sebuah kesalahan?

Mengingat, sebelumnya tercetus alasan kenapa tahun ini untuk pertama kalinya Piala Dunia diadakan di Asia dan Timur Tengah. FIFA memberikan alasan agar dinding pemisah antara negara Barat dan Timur bisa terhapuskan jika Piala Dunia diadakan di Asia.

Terlepas dari semua kontroversi dan alasan mengapa mantan Presiden FIFA menyesal memilih Qatar sebagai tuan rumah, semoga pertandingan yang tidak lama lagi akan berlangsung bisa berjalan dengan lancar, karena para pemain sudah berlatih mati-matian. Tidak hanya pemain, para pendukung sudah merogoh kocek tidak sedikit untuk mendukung tim dan pemain idolanya secara langsung di Qatar.

Related Post