Memahami Bagaimana Cara Kerja MySQL

MySQL adalah database relasional yang paling sering digunakan untuk menyimpan data untuk website dengan bekerja bersama-sama dengan PHP. Relasional, artinya tabel berbeda pada database dapat saling direferensikan dari satu ke yang lainnya.

SQL sendiri adalah singkatan dari ‘Structured Query Language’, yang merupakan bahasa standar yang digunakan untuk berinteraksi dengan database. MySQL dibangun berdasarkan SQL dan dirilis sebagai sistem database open source (terbuka). Karena kepopulerannya, MySQL sangat support dengan PHP.

Nah, sebelum Anda belajar lebih jauh tentang MySQL, penting sekali untuk memahami apa yang dimaksud dengan tabel.

Apa itu tabel SQL?

Sebuah database dapat terdiri dari banyak tabel, dan sebuah tabel terdiri dari perpotongan antara kolom dan baris yang membentuk kisi-kisi. Cara terbaik untuk memahaminya, bisa Anda bayangkan sebuah papan catur.

Baris paling atas adalah label dari data yang ingin Anda simpan, seperti contoh pada gambar, adalah Nama, Umur, Jenis Kelamin dan Berat Badan.

Nah, pada baris-baris di bawahnya itulah data Anda tersimpan. Setiap baris menyimpan satu data (semua data pada baris tunggal, dalam contoh ini adalah berdasarkan nama) dan setiap kolom berisi informasi spesifik dari tabel tersebut.

Apa yang dimaksud dengan relasional?

Jadi apa yang dimaksud dengan database ralasional? Dan bagaimana penggunaan tabel-tabel tersebut? Oke, database relasional memungkinkan kita ‘menghubungkan’ (membuat relasi) antara satu tabel dengan tabel lainnya.

Mari kita ambil sebuah contoh. Anggap kita membuat sebuah tabel untuk sebuah dealer mobil. Kita dapat membuat sebuah tabel untuk menyimpan seluruh detil dari setiap mobil yang kita jual. Namun demikian, informasi kontak untuk merek ‘Toyota’, akan selalu sama untuk seluruh mobil toyota yang ada, karena itu kita tidak perlu memasukkan data yang sama berkali-kali.

Nah, untuk keperluan itu, kita lalu bisa membuat tabel yang kedua, yang kita beri nama ‘Pabrikan’.

Pada tabel ini, kita akan mendaftarkan seluruh merek mobil yang dijual, misalnya Toyota, Honda, Mitsubishi, Daihatsu dan seterusnya. Di sini juga kita menambahkan informasi kontak, alamat dan nomor telepon untuk setiap pabrikan mobil tersebut.

Kemudian nanti, Anda dapat secara dinamis memanggil info kontak tersebut dari tabel kedua untuk setiap merek mobil pada tabel pertama. Sehingga Anda hanya cukup satu kali menyimpan data info kontak, karena ia dapat diakses oleh seluruh merek mobil yang ada. Ini bukan saja menghemat waktu dan tenaga, namun juga menghemat space, karena tidak ada data yang disimpan lebih dari satu kali.

Tipe data MySQL

Setiap kolom hanya dapat berisi satu jenis data saja yang mesti kita tentukan di awal. Pada contoh gambar tabel di atas, artinya untuk kolom nama kita gunakan angka, untuk nama kita gunakan karakter dan seterusnya.

Tipe data utama pada MySQL adalah: angka, data/time, teks dan binari. Meski masing-masing memiliki sub-kategori, kita hanya akan menggunakan tipe data paling umum digunakan pada tutorial kali ini.

INTEGER
Ini menyimpan seluruh angka, baik positif atau pun negatif. Contohnya: 2, -45, 123 dan 23996. Pada contoh kita di atas, umur menggunakan data integer.

FLOAT
Ini digunakan untuk menyimpan angka jika Anda ingin menggunakan desimal (koma). Contohnya: 2.5, -.455, 43.777 dan seterusnya.

DATETIME
Untuk menyimpan data tanggal dan waktu dengan format: YYYY-MM-DD HH:MM:SS.

VARCHAR
Untuk menyimpan data teks terbatas atau pun karakter tunggal. Pada contoh kita, kolom nama menggunakan tipe data varchar.

BLOB
Untuk menyimpan data biner, alih-alih data teks.

Nah, itulah sekilas tentang dasar-dasar MySQL, kita akan lanjutkan dengan tutorial selanjutnya, tentang cara pembuatan tabel pada MySQL.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here