Nasib Pemuda yang Khawatir terhadap Putusnya Rezeki

Pada zaman dahulu ada seorang pengembara yang mengembara dengan bekal sekantong roti. Karena lamanya perjalanan, bekal itu pun mulai menipis. Sepotong demi sepotong roti ia makan sehingga hanya tersisa satu potong saja.

Ketika itu ia berkata: “jika saja roti yang tinggal sekerat ini aku makan maka dengan pasti esoknya aku atau kapan saja aku akan segera mati karena kehabisan bekal.”

Dalam kondisi yang demikian ini, Allah mengutus seorang malaikat agar terus mengawasi pengembara tersebut. Malaikat itu diberi tugas oleh Allah untuk mengawasi roti yang tinggal satu itu. Apabila roti yang tinggal satu itu dimakan oleh pemuda tadi maka malaikat tersebut akan segera menggantinya dengan rezeki yang baru namun jika roti itu tidak dimakan maka malaikat tersebut dilarang untuk mengganti dengan rezeki yang lain.

Setelah lama malaikat itu mengikuti pengembara tersebut, sang malaikat tidak mendapati sang pengembara memakan roti yang tinggal satu itu karena ia khawatir jika roti yang tinggal satu itu ia makan maka dia tidak akan mendapatkan makanan di esok hari. Akhirnya, karena kelaparan yang begitu dahsyat lelaki tersebut pun akhirnya mati dengan sepotong roti yang masih utuh dan belum berkurang sedikit pun!

Terlepas dari benar tidaknya hikayat di atas, kita bisa mengambil hikmah bahwasanya kita dilarang untuk berputus asa terhadap rezeki dan rahmat yang diberikan oleh Allah SWT. Karena kita tidak pernah tahu bahwa sesungguhnya Allah telah menyiapkan sesuatu untuk kita yang lebih baik.