Pengetahuan Dasar tentang Data Midi

Pada halaman ini saya akan menjelaskan tentang seluk-beluk MIDI.

Dalam studio musik modern di era digital ini, kita pasti akan banyak berurusan dengan MIDI. Maka dari itu, perlu kiranya memahami apa itu MIDI dengan sebenarnya, sehingga nantinya Anda dapat memanfaatkannya secara baik untuk mewujudkan karya musik besar Anda.

Mari kita awali dengan apa arti MIDI.

MIDI adalah singkatan dari Music Instrument Digital Interface, yang jika diterjemahkan kurang lebih: antarmuka digital instrumen musik.

Oke, mungkin dari singkatannya saja, tidak langsung membuat kita mengerti jelas apa itu MIDI.

Baiklah saya akan menguraikannya lebih jauh. Yuk, kita lanjut:

Data MIDI bukanlah musik!

Sebelum kita melangkah lebih jauh tentang MIDI, satu hal penting dipahami adalah bahwa data MIDI bukanlah musik!

Ia memang dapat digunakan oleh komputer untuk memproduksi musik. Ia adalah data biner digital yang berisi informasi tentang bagaimana menghasilkan suara, tapi data MIDI itu sendiri, sama sekali bukanlah data audio!

Jika Anda telah memahami ini, berarti Anda berada pada jalur yang benar, hehe…. Karena dengan memahami dasar ini, akan memudahkan Anda ke depannya.

Sekali lagi: Data MIDI adalah sekumpulan parameter yang menjabarkan sebuah musik.

Mungkin dapat diumpamakan seperti sebuah buku partitur musik dalam not balok. Ia berisi informasi nada, durasi, tempo dan sebagainya, tapi… buku itu sendiri bukanlah musik.

Sebuah not balok butuh musisi untuk memainkan musiknya, sama seperti data MIDI yang butuh komputer untuk memainkannya, sampai kita akhirnya dapat mendengar musik.

Jadi, Anda tidak akan bisa ‘mendengarkan’ data MIDI, sama seperti Anda tidak bisa mendengarkan partitur not balok.

Lalu, apa hebatnya data MIDI?

Nilai lebih dari MIDI sebenarnya adalah bahwa ia 100% digital. Lalu apa artinya bagi Anda, sebagai musisi?

Kita ambil contoh, misalnya Anda ingin merekam sebuah melodi, tapi Anda ternyata memainkan not yang salah. Apakah itu berarti akan terbuang percuma?

Tidak. Jika Anda merekamnya dalam bentuk data MIDI.

Kenapa? Karena itu tadi, data MIDI adalah data digital. Sehingga Anda dapat kembali pada not yang salah, lalu memperbaiki hanya bagian yang salah. Ini bisa dilakukan karena data MIDI hanya sebuah kumpulan parameter yang kemudian dapat Anda ubah sesukanya.

Karenanya Anda dapat merubah hampir segala parameter yang ada. Menurunkan nada setengahnya, memperlambat tempo, …. ya betul Anda mulai mengerti sekarang. Hehe….

MIDI akan menjadi teman baik Anda, ketika Anda ingin merubah, memperbaiki serta memoles perform yang baru saja Anda rekam.

Selain itu, ada keuntungan lainnya dari MIDI. Kembali kepada analogi partitur di atas, bagaimana jika melodi yang seharusnya dimainkan oleh violin diganti oleh trompet?

Notasi, durasi, tempo dan lainnya memang sama. Tapi ‘rasanya’ akan jauh berbeda antara violin dan trompet. Dan dengan MIDI hal ini dapat dilakukan dengan sangat mudah, bahkan perubahan sound akan langsung didengar secara real time.

Menambahkan fasilitas MIDI di studio musik digital Anda

Sekarang kita bicara tentang bagaimana menambahkan MIDI di studio kita. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Pertama, Anda butuh sebuah input data MIDI, yang biasa disebut dengan MIDI Controller. Alat ini yang nantinya akan memberi data MIDI.

Setelah Anda memiliki input MIDI, berikutnya Anda juga membutuhkan I/O (input/output) MIDI bagi sistem (komputer) Anda. Ia dapat merupakan bagian dari sebuah Audio Interface, ataupun sebuah MIDI Interface secara terpisah.

I/O Midi sudah menjadi standar pada hampir semua audio interface yang beredar di pasaran yang dapat Anda peroleh dengan harga yang wajar. Bahkan audio interface yang tergolong entry-level, biasanya sudah memiliki I/O MIDI ini.

Ada lagi jenis lainnya, yaitu MIDI controller yang dapat langsung terhubung dengan sistem melalui koneksi USB. Keunggulan jenis ini, Anda tidak lagi butuh kabel I/O 5-pin MIDI. Saya sendiri lebih menyukai I/O MIDI pada audio interface, karena tidak harus menggunakan port USB. (Kita selalu merasa kekurangan port USB, bukan? Hehehe….)

Saya sangat menyarankan Anda untuk memiliki opsi MIDI di studio rekaman Anda. Karena meskipun saat ini Anda merasa belum membutuhkannya, percayalah, suatu saat Anda akan menyukainya setelah tahu dan merasakan betapa menyenangkannya bekerja dengan data MIDI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here