Ini Permukaan Pesawat yang Menjadi Sarang Bakteri

Bepergian dengan pesawat terbang memang menyenangkan, tapi juga bisa menyebabkan stres, khususnya untuk rute penerbangan jarak jauh. Selain itu ada juga resiko tertular penyakit melalui kontak kulit.

Tahukah Anda beberapa bagian kabin pesawat, ternyata menjadi sarang favorit bagi kuman dan bakteri? Dan mereka bisa bertahan hidup sampai 7 hari!

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh tim mahasiswa pascasarjana di Fakultas Ilmu Biologi Universitas Auburn, yang di pimpin oleh Kiril Vaglenov, yang dipresentasikan pada konferensi tahunan American Society for Microbiology, menemukan ada beberapa jenis bakteri dan kuman di dalam kabin pesawat yang memiliki resiko menyebabkan penumpang jatuh sakit karena diare dan mereka mampu bertahan hidup di lingkungan pesawat selama beberapa hari.

Penelitian tersebut menemukan sarang favorit kuman dan bakteri di dalam kabin pesawat terbang, yakni sandaran tangan, sabuk pengaman, meja lipat, toilet, tirai, kantong kursi, majalah dan brosur penerbangan.

Di laboratorium, peneliti telah mengamati waktu kelangsungan hidup maksimum bakteri MRSA (methicillin resistant stahylococcus aureus) adalah 168 jam pada kain yang berasal dari saku kursi, sedangkan untuk Escherichia Coli adalah 96 jam dari sandaran tangan.

“Data kami menunjukkan bahwa kedua bakteri ini dapat bertahan hidup selama berhari-hari pada berbagai jenis permukaan di dalam kabin pesawat terbang, dan ini menimbulkan risiko penularan melalui kontak kulit.” Vaglenov menyimpulkan.

Selain itu, bila permukaan tersebut memiliki banyak pori-pori, makin lama bakteri akan bertahan tapi resiko tertular penyakit lebih kecil. Lain hal pada permukaan yang licin dan tidak memiliki pori-pori sama sekali seperti tombol penyiraman di toilet, ternyata lebih mudah menyebabkan infeksi daripada di saku kursi.

“Sebenarnya inti dari penelitian ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mendorong perusahaan maskapai penerbangan agar menyediakan lingkungan sanitasi bagi penumpang,” kata Profesor Jim Barbaree, direktur studi dan mentor untuk Vaglenov. Jim Barbaree juga menambahkan, pihaknya ingin bekerja sama dengan perusahaan untuk meminimalkan risiko penularan penyakit di pesawat terbang.

Sebagai penumpang pesawat terbang, kita perlu menghindari tertular penyakit di pesawat dengan cara menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh makanan.

Selain itu, para peneliti tersebut juga menyarankan kepada penumpang untuk menghindari berjalan di karpet tanpa alas kaki sebab karpet pesawat terbang juga mengandung lebih banyak jenis bakteri dan kuman.