Qur’an dan Ilmu Pengetahuan

Apa yang dikatakan Al-Qur'a tentang fakta-fakta ilmu pengetahuan modern

Dalam Islam, tidak ada konflik antara keimanan kapada Tuhan dan ilmu pengetahuan modern. Bahkan, selama berabad-abad di abad pertengahan, para ilmuwan muslim menjadi pionir dalam penyelidikan dan eskplorasi. Qur’an sendiri, yang diturunkan 14 abad yang lalu, berisi banyak fakta-fakta ilmiah yang didukung oleh penemuan modern.

Al-Qur’an lebih jauh menyuruh muslim untuk “memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi” (QS. 3:191). Seluruh alam semesta diciptakan oleh Allah, mengikuti dan menaati hukum-Nya. Seorang muslim didorong untuk mencari pengetahuan, mengeksplorasi alam dan menemukan “tanda-tanda kebesaran Allah” pada ciptaan-Nya. Allah berfirman:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati [kering] -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh [terdapat] tanda-tanda [keesaan dan kebesaran Allah] bagi kaum yang memikirkan. (QS. 2:164)

Untuk sebuah kitab yang ditulis di abad 7 Masehi, Qur’an mengandung begitu banyak fakta dan pernyataan ilmiah yang akurat. Beberapa di antaranya:

Daftar Isi

Penciptaan dalam Qur’an

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup …. (QS. 21:30)

Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian [yang lain] berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 24:45)

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan [manusia] dari permulaannya, kemudian mengulanginya [kembali]. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. 29 : 19).

Astronomi dalam Qur’an

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (QS. 21 : 33)

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. 36 : 40)

Dia menciptakan langit dan bumi dengan [tujuan] yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. 39:5)

Matahari dan bulan [beredar] menurut perhitungan. (QS. 55 : 5)

Geologi dalam Qur’an

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. [Begitulah] perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 27 : 88)

Pertumbuhan janin

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati [berasal] dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani [yang disimpan] dalam tempat yang kokoh [rahim]. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. 23 : 12-14)

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam [tubuh]nya roh [ciptaan] -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; [tetapi] kamu sedikit sekali bersyukur. (QS. 32 : 9)

Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan. (QS. 53 : 45-46)

Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan [ke dalam rahim], kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki laki dan perempuan. (QS. 75 : 37-39)

…. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan …. (QS. 39 : 6)