Tak Ada ISL Tarkam pun Jadi

Tak ada ISL tarkam pun jadi mungkin ini hal yang diungkapkan pesepakbola Indonesia dengan berhentinya kompetisi di Indonesia. Dengan berhentinya seluruh kompetisi yang bergulir dibawah naungan PSSI mulai dari kasta terbawah hingga ISL sebagai akibat dari pembekuan yang dilakukan oleh Menpora RI Imam Nahrawi. Dengan SK yang dikeluarkan oleh Menpora berkaitan dengan pembekuan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) maka kompetisi yang bergulir dibawah naungan PSSI dihentikan.

Dampaknya jelas berimbas bagi banyak orang bahkan hingga jutaan orang yang hidup dari sepakbola kehilangan mata pencaharian mereka.Ini wajar karena sepakbola merupakan olahraga nomor satu dinegeri kita ini. Mulai dari pemain dan pelatih dengan dihentikannya kompetisi maka mereka tak mendapatkan hak mereka yaitu gaji yang biasa mereka terima saat kompetisi masih berjalan.Klub pun tak memiliki pemasukan sama sekali karena tak ada pertandingan yang dimainkan selama masa pembekuan ini.

Merasa jenuh dan bosan atau mungkin juga terdesak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi para pemain pun akhirnya mengikuti tarkam (Tarung Kampung) yang notabennya bukan kompetisi resmi untuk melepas rindu bermain dilapangan hijau. Salah satu pemain yang bermain di tarkam ini adalah Titus Bonai,pemain yang pernah membela Persipura Jayapura dan Semen Padang ini terpaksa bermain tarkam untuk melepas rindunya memainkan si kulit bundar.

Tibo,sapaan akrab pemain asal Papua ini bermain membela tim Amatir dari Tangerang yakni Panser FC dalam turnamen Bina Jaya Cup 2015.Baru-baru ini ia mendapatkan tawaran bermain di Lampung untuk membela Sumberrejo FC.”Saya sudah gatal tidak merumput dilapangan hijau”.ujar Tibo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here