Tiga Teknik Dasar dalam Pengumpulan Data Penelitian

Data dalam penelitian bagaikan ruh di dalam tubuh manusia, karena tidak mungkin kita bisa membuat sebuah penelitian tanpa adanya data. Data merupakan kumpulan catatan, rekaman, yang berupa fakta tanpa adanya sebuah intervensi dari pihak mana pun yang akan kita olah menjadi bahan dalam penelitian.

Data bisa berupa angka, lambang, simbol-simbol. Data juga bisa berupa gambaran dari sebuah persoalan, atau fakta lain yang bisa dijadikan sebagai bahan penelitian. Data bisa kita peroleh dengan observasi (pengamatan), wawancara, maupun dokumentasi.

1. Metode Observasi

Metode observasi adalah cara pengumpulan data dengan pengambilan dan pencatatan secara sistematis tentang fenomena-fenomena yang diselidiki. Metode ini sangat efektif dalam pengumpulan data, karena peneliti dapat mengamati secara langsung keadaan lapangan penelitian yang sedang diteliti.

Kemudian peneliti bisa membandingkan antara data lapangan dengan data yang diperoleh dengan metode kuisioner maupun wawancara. Dalam penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif fenomenologis, metode ini sangat cocok dilakukan karena memudahkan peneliti dalam memberi gambaran lapangan penelitian yang akan disajikan dalam laporan penelitian baik skripsi, tesis maupun karya ilmiah lainnya.

2. Metode Interview

Metode interview adalah tanya jawab untuk mendapatkan data dari responden yang dikerjakan dengan cara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian. metode interview lebih sering disebut dengan metode wawancara.

Hal yang harus dipersiapkan untuk menggunakan metode ini adalah guide interview atau panduan wawancara yang berisi kumpulan pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden. Oleh karena itu kita harus membuat daftar pertanyaan yang sesuai dengan data yang akan kita cari.

3. Metode Dokumentasi

Dokumentasi artinya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-banda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.

Dokumentasi juga bisa dilakukan menggunakan kamera jika ingin mendapatkan gambaran lapangan penelitian secara langsung. Biasanya hasil dari dokumentasi akan dilampirkan pada laporan hasil penelitian.