Umar bin Khattab: Khalifah Kedua dalam Sejarah Islam

Latar belakang Umar bin Khattab

Umar terlahir dari klan terhormat dan disegani di antara suku Quraisy di kota Mekah. Dia terkenal sebagai seorang yang saudagar yang kuat lagi kaya raya. Ketika Nabi Muhammad SAW, mulai mendakwahkan ajaran Islam, Umar merupakan salah satu yang paling keras menentangnya.

Dia ikut serta dalam berbagai upaya intimidasi, ancaman dan penyiksaan terhadap pemeluk Islam, mencoba membuat mereka kembali kepada keyakinan lamanya.

Namun akhirnya Allah memberikan hidayah, saat mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an di rumah saudara perempuannya, dia kemudian memeluk Islam.

Hadirnya Umar sebagai bagian dari umat Islam awal kala itu, sangat membantu komunitas muslim minoritas sehingga lebih dihargai. Dengan keimanan yang tangguh, Umar pun tampil sebagai pembela kaum muslimin dari serangan-serangan atau pelecehan orang-orang Quraisy.

Terpilih sebagai khalifah

Saat Abu Bakar jatuh sakit, dan merasa bahwa waktunya tidak akan lama lagi, beliau berunding dengan sahabat-sahabat terdekat Rasulullah. Dan akhirnya mereka semua sepakat untuk mengangkat Umar sebagai khalifah atau pemimpin kaum muslimin menggantikan Abu Bakar.

Kekuatan sebagai khalifah

Selama menjadi pemimpin Islam, Umar bin Khattab dikenal memimpin dengan adil namun tegas kepada setiap orang. Negeri Islam pun berkembang hingga Irak, Syiria dan Mesir pada masa pemerintahannya. Salah satu kebijakan pertamanya yang terkenal adalah, mewajibkan penguasa daerah atau pemimpin setempat, untuk turun ke bawah, berinteraksi langsung dengan warganya.

Umar juga mendirikan kas umum untuk pembangunan sarana-sarana bagi kepentingan umum. Dia juga berhasil menyusun angkatan perang untuk melawan Persia dan Kekaisaran Romawi, mengangkat para hakim untuk memastikan semua warga mendapatkan keadilan, serta dikenal langsung mengawasi pembangunan-pembangunan sarana umum.

Beliau juga berhasil membangun sistem irigasi, serta membangun jalan-jalan kota yang bagus. Selain pembangunan fisik, pada masa kepemimpinan Umar, pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an digalakkan lagi dan menjadi lebih luas cakupannya. Terakhir, beliau juga meyakinkan bahwa warga atau penduduk non-muslim mendapat perlindungan harta dan jiwanya, serta mendapat subsidi dari pemerintah.

Akhir pemerintahan Umar bin Khattab

Pada masa khalifah Umar, umat muslim mengalami peperangan dengan Kekaisaran Romawi dan Persia.

Dan setelah 10 tahun memimpin, Umar ditikam saat melaksanakan shalat fajar oleh seorang musuh dari Persia. Di saat-saat akhir hidupnya, Umar mewasiatkan enam sahabat utama Rasulullah sebagai penggantinya, dan menyerahkan sepenuhnya kepada mereka untuk menentukan siapa yang pantas menjadi khalifah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here