mengatasi jet lag pesawat terbang

Bepergian dengan pesawat terbang memang dapat menghemat waktu, namun tidak semua orang suka naik pesawat terbang dengan beberapa alasan, seperti takut ketinggian, takut pesawat jatuh karena mesin rusak dan beberapa alasan klasik lainnya.

Nyatanya, sekarang teknologi pesawat terbang tidak lagi seperti zaman dahulu, saat ini teknologi pesawat telah didesain dan dibuat dengan begitu aman.

Adapun mengenai kejadian-kejadian kecelakaan pesawat, berikut 5 penyebab kecelakaan pesawat terbang paling umum:

1. Kerusakan Mesin

Memang tidak dapat dibantah, bahwa kebanyakan orang takut bepergian dengan pesawat karena takut terjadi kerusakan mesin yang dapat menyebabkan pesawat jatuh. Hal itu dibenarkan oleh sebuah studi dari perusahaan pembuat pesawat terbang, Boeing, yang mengatakan masalah pada mesin bertanggungjawab atas 22% kecelakaan beberapa pesawat komersial.

Itu bukan berarti mesin pesawat rusak sebagai pemicu utama kecelakaan pesawat terbang, tapi ada faktor penyebab lainnya dan saat ini, kecelakaan pesawat akibat kerusakan mesin sudah jauh berkurang.

Di awal-awal perkembangan teknologi pesawat, masalah pada mesin memang salah satu penyebab utama dari kecelakaan pesawat komersial yang mencapai 80%. Sekarang berkat kemajuan teknologi, jumlah kecelakaan pesawat sudah jauh menurun dalam beberapa tahun terakhir.

2. Cuaca Ekstrim

Ya, tidak ada yang sanggup mengalahkan alam, begitu pun juga teknologi modern pada pesawat terbang. Kondisi cuaca yang dianggap berbahaya antara lain: badai, angin kencang dan bahkan kabut tebal.

Sekitar 23% dari semua kecelakaan pesawat disebabkan oleh kondisi cuaca, kondisi cuaca ringan sekalipun bisa menjatuhkan pesawat terbang.

Serangan petir diklaim yang paling berbahaya karena ia dapat menonaktifkan berbagai sistem keselamatan penerbangan di darat dan udara, bahkan sinyal petir sendiri dapat menyebabkan kebutaan sementara.

3. Kesalahan Pilot

Setengah dari semua kecelakaan pesawat disebabkan oleh kesalahan pilot. Angka kesalahan pilot sangat tinggi tapi masih bervariasi. Namun, sejumlah ahli sepakat bahwa kesalahan manusia (human error) adalah faktor terbesar yang menyebabkan kecelakaan pesawat.

Seorang pilot harus mampu mengendalikan pesawat melalui cuaca yang buruk, menanggapi masalah mekanis dan melaksanakan lepas landas dan mendarat dengan aman. Beberapa insiden dari penyebab kecelakaan pesawat, di antaranya disebabkan pilot salah membaca peralatan, salah menilai kondisi cuaca atau gagal untuk mengenali kesalahan mekanik.

Situs PlaneCrashInfo.com menganalisis 1.015 kecelakaan fatal yang melibatkan pesawat komersial di seluruh dunia, dari tahun 1950 hingga 2010. Dari telaah itu ditemukan bahwa kekeliruan yang dilakukan pilot berkontribusi 53% sebagai penyebab kecelakaan.

4. Akibat Sabotase

Insiden kecelakaan pesawat yang disebabkan oleh sabotase adalah paling menarik perhatian media, tetapi kecelakaan akibat sabotase hanya sekira 9% dari total kecelakaan pesawat yang ada.

Beberapa penerbangan yang mengalami kecelakaan karena disabotase pembajak, dan salah satu contoh yang paling menonjol adalah peristiwa tiga penerbangan yang dibajak pada 11 September 2011.

Meski teroris, ekstrimis atau kelompok-kelompok milisi, biasanya bertanggung jawab kejadian seperti ini, tapi juga tidak selalu demikian, karena juga bisa melibatkan penumpang sakit mental yang menyerang pilot dan penumpang, dan beberapa bahkan telah meledakkkan bom dalam upaya untuk melakukan bunuh diri saat dalam penerbangan.

Selain itu, ada juga kecelakaan pesawat yang melibatkan ko-pilot depresi yang bunuh diri dan tega mengikutsertakan ratusan penumpang dan awak pesawat tidak berdosa untuk mati bersama dengan mengendalikan pesawat terbang untuk menabrak tebing di pegunungan Alpen, 25 Maret 2015.

5. Akibat Kesalahan Manusia

Insiden kecelakaan pesawat akibat kesalahan manusia atau human error mencapai 7%. Beberapa kecelakaan pesawat terjadi disebabkan oleh kesalahan pengendali lalu lintas udara. Kesalahan kontrol lalu lintas udara telah menyebabkan pesawat menabrak gunung, mendarat di landasan pacu yang diduduki pesawat lain dan bahkan bertabrakan di udara. Ketika pesawat dimuat, didorong atau dipertahankan tidak benar, itu kesalahan manusia juga.

Salah satu kesalahan fatal yang lebih umum disebabkan oleh manusia adalah apa yang disebut “kelaparan bahan bakar”, tapi ini juga tidak selalu berawal dari tangki bahan bakar yang diisi dengan tidak benar. Sebuah penerbangan Coastal Airlines pada tahun 1948 jatuh karena katup bahan bakar diposisikan tidak benar, menyebabkan kedua mesin mengisap bahan bakar dari tangki tunggal.