Juz 3: Isi, Tema, Waktu Diturunkan dan Ayat-ayat Pilihan

Apa yang dimaksud dengan “juz” dalam Qur’an?

Yang utama, Qur’an terbagi menjadi bagian-bagian surat dan ayat. Tapi sebagai tambahan, Qur’an pun dibagi menjadi 30 bagian sama panjang, disebut dengan Juz. Pembagian juz ini bertujuan memudahkan dalam membaca Qur’an selama periode satu bulan. Terlebih pada saat bulan Ramadhan, di mana sangat dianjurkan untuk menuntaskan membaca Qur’an paling tidak satu kali khatam (membaca seluruh isi Al-Qur’an dari awal sampai akhir).

Surat dan ayat yang terkandung dalam juz 3

Juz ke-3 Al-Qur’an dimulai dari ayat 253 dari surat kedua (Al-Baqarah : 253) sampai ayat 92 surat ketiga (Ali Imran : 92)

Kapan surat dan ayat dalam juz 2 diturunkan?

Sebagian besar ayat-ayat pada juz ini diturunkan di tahun-tahun awal setelah hijrah ke Madinah, di saat komunitas muslim memulai tatanan kehidupan sosial politiknya pertama kali.

Ayat-ayat pilihan

Perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan [ganjaran] bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui. (QS. 2 : 261)

[Ingatlah], ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu [dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan] dengan kalimat [yang datang] daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan [kepada Allah]. (QS. 3 : 45)

Tema utama juz 3 Al-Qur’an

Di ayat-ayat awal juz ketiga ini terdapat ayat yang sangat familiar di kalangan umat Islam, yaitu Ayat Kursi (2 : 255). Ayat ini banyak dihafal oleh muslim, dan banyak menghiasi rumah-rumah muslim dalam bentuk kaligrafi. Ayat Kursi berisi penjabaran dari sifat-sifat Allah yang disampaikan dengan cara yang indah.

Sisanya adalah lanjutan dari surat Al-Baqarah, yang mengingatkan orang-orang beriman bahwa ‘tidak ada paksaan dalam agama’. Kemudian dilanjutkan dengan perumpamaan tentang orang-orang yang mempertanyakan (meragukan) keberadaan Allah atau mereka yang menyombongkan diri karena kedudukan yang tinggi di dunia.

Terdapat pula ayat-ayat yang sangat panjang yang berbicara tentang amal dan kemurahan hati, memanggil manusia untuk berbuat adil dan rendah hati. Di sini pula hukum tentang riba dinyatakan haram (terlarang) serta petunjuk bagaimana Islam mengatur perdagangan dan bisnis.

Pada juz ini, Allah juga mengingatkan manusia tentang tanggung jawab pribadi, bahwa setiap orang hanya bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya sendiri dalam keimanan.

Berlanjut ke surat ke-3, yaitu surat Ali Imran. Nama surat ini ditujukan kepada keluarga Imran (ayah dari Maryam, ibunda Nabi Isa / Yesus).

Surat ini diawali dengan pernyataan bahwa Qur’an membenarkan pesan-pesan para nabi terdahulu dan bahwa pesan-pesan dari para pemberi peringatan itu bukanlah sebuah agama baru. Kabar tentang hukuman kepada orang-orang yang ingkar di akhirat dan para ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dipanggil untuk menyaksikan kebenaran, bahwa Qur’an merupakan wahyu yang membenarkan apa yang telah diturunkan kepada nabi-nabi mereka sendiri sebelumnya.

Pada ayat 33, kisah tentang keluarga Imran dimulai. Menceritakan tentang Zakaria, Yahya dan Maryam serta kelahiran putranya, Isa al Masih.