Ayat Kursi: Makna dan Keutamaannya

Apa itu Ayat Kursi?

Ayat Kursi adalah salah satu ayat terkenal dan penting dalam Al-Qur’an, yang dapat ditemukan pada surat 2 ayat 255. Ayat ini dikenal karena maknanya yang begitu luas dan dalam, iramanya yang indah dan bahasanya yang luhur (dalam bahasa Arab), serta pesan yang penuh inspirasi sekaligus menenangkan.

Ayat Kursi sendiri artinya adalah “ayat singgasana yang tinggi”, diambil dari kata dan makna “kursi” yang disebut di bagian akhir ayat.

Apa makna ayat Kursi?

Sudah beratus halaman buku ditulis hanya untuk mengungkap makna dari Ayat Kursi. Tapi pendek kata, Allah menggambarkan Diri-Nya sendiri sebagai sesuatu yang berbeda dari apa pun yang kita ketahui. Allah tidak tidak berbatas, dan sama sekali tidak bergantung pada selain-Nya. Pengetahuan Allah tidak bertepi dan sungguh tidak bisa dibandingkan dengan pengetahuan manusia yang cuma secuil.

Adapun terjemahan Ayat Kursi dalam Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

Allah, tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus [makhluk-Nya]; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (singgasana) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. 2:255)

Adakah manfaat (kekuatan) Ayat Kursi?

Nabi Muhammad SAW, sekali waktu bersabda bahwa ayat Kursi adalah ayat paling agung di antara semua ayat di dalam Qur’an. Orang Islam diseru untuk membacanya setiap kali selesai menunaikan shalat. Nabi mengatakan, barang siapa yang melakukannya akan dilindungi dari satu shalat ke waktu shalat lainnya. Beliau juga mengatakan, barang siapa yang membaca ayat ini setiap kali selesai shalat, maka tidak ada apapun yang bisa mencegahnya masuk ke syurga. Dan terakhir, Nabi bersabda, dengan membaca Ayat Kursi akan melindungi dirimu, anak-anakmu dan juga rumahmu.

Kesalahpahaman dalam memaknai Ayat Kursi

Mungkin Anda pernah menemukan seseorang yang menggantungkan tulisan Ayat Kursi di pintu rumah mereka, atau menulisnya pada selembar kertas kecil dan disematkan pada baju bayi dan sebagainya, dengan tujuan mendapatkan perlindungan Allah dari kejahatan setan dan iblis.

Maka berhati-hatilah, karena hal itu bisa dikategorikan sebagai syirik. Penting sekali dicatat, bahwa manfaat, faedah dan perlindungan yang dikabarkan Nabi adalah dengan membaca ayat-ayat Allah, bukan dari tinta di atas kertas.

Membaca secara rutin ayat Kursi akan meningkatkan keimanan, mengingatkan sifat dan kemurahan, syafaat dan berkah dari Allah. Keimanan dan keyakinan penuh terhadap ke-MahaKuasa-an Allah itulah yang mampu melindungi rumah, dan anak-anak Anda seperti yang disabdakan oleh Nabi. Bukan benda apapun bertuliskan ayat Qur’an yang digantung di sana-sini.

Bagaimana bacaan Ayat Kursi?

Dengan makna, manfaat dan faedah Ayat Kursi di atas, lalu bagaimana bunyi bacaan ayat Kursi jika Anda tidak bisa membaca huruf Arab? Berikut bacaan Ayat Kursi dalam tulisan latin:

Allohu laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-in min ‘ilmihii illaa bi maasyaa-a. Wasi’a kursiyyuhussamaawaati wal ardh. Wa laa ya-udhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul azhiiim.