Wisata Kuliner Khas Ranah Minang

Vika Rahmiati

kuliner sumatera barat

Wisata merupakan salah satu yang sangat diminati oleh sebagian besar masyarakat dunia. Masyarakat tidak hanya berburu kuliner dalam negeri, bahkan mereka berbondong-bondong ingin mencicipi kuliner mancanegara.

Ini terjadi lantaran besarnya minat dan keingintahuan masyarakat untuk mengetahui keunikan dan cita rasa kelezatan sebuah makanan. Kita juga bisa melihat banyaknya stasiun-stasiun televisi baik itu dalam negeri maupun mancanegara yang mengangkat acara bertemakan wisata kuliner tersebut.

 

Berbicara mengenai wisata kuliner Indonesia, tentunya sudah tak asing lagi bagi anda jika mendengar daerah . Selain terkenal dengan wisata alamnya nan eksotis, daerah ini juga kaya akan wisata kulinernya yang menggiurkan.

Contoh kuliner Sumatera Barat, yaitu rendang yang berbahan dasar daging yang dimasak dengan bumbu dan rempah pilihan. Rendang juga sudah didaulat sebagai makanan dengan peringkat pertama terlezat di dunia.

Selain masakan yang disajikan sebagai sambal, Sumatera Barat juga memiliki makanan ringan tradisional dengan bentuk dan cita rasa yang menggugah selera. Berikut adalah makanan ringan tradisional khas Ranah Minang yang tidak boleh anda lewatkan jika berkunjung ke daerah ini.

  1. Ampiang Badadiah

ampiang_dadiah01Ampiang Badadiah atau yang dikenal sebagai yoghurt ala Ranah Minang, termasuk makanan yang populer di kalangan wisatawan. Mengapa disebut sebagai yoghurt? Karena badadiah terbuat dari susu kerbau yang difermentasi secara alami di dalam ruas bambu selama sehari penuh. Sementara ampiang sendiri terbuat dari emping beras.

Cara menikmati makanan ini yaitu dengan mencampurkan ampiang dengan badadiah, kemudian disiram dengan gula aren yang telah dicairkan. Perpaduan rasa badadiah yang sedikit asam dan gula aren yang manis membuat makanan ini terasa unik di lidah para penikmatnya.

2. Lamang Tapai

Lemang-TapaiLamang tapai kini dapat ditemui di seluruh daerah di Sumatera Barat, meski dahulunya berasal dari daerah Pesisir Selatan. Makanan ini terdiri dari dua komponen yang saling melengkapi, yaitu lamang dan tapai.

Lamang terbuat dari beras ketan yang dimasukkan ke dalam sepotong bambu dan dipanggang. Sedangkan tapai dibuat menggunakan beras ketan hitam yang dikukus, kemudian difermentasikan selama dua malam menggunakan ragi. Lamang tapai ini biasanya disuguhkan pada saat acara adat maupun perayaan hari besar umat Islam.

3. Pinyaram

Kue-Lebaran-Khas-Padang-Yang-Selalu-Ada-5Mungkin banyak dari anda yang menganggap makanan di samping merupakan kue cucur khas Betawi. Namun tahukah anda? Makanan ini merupakan kuliner khas Ranah Minang yang disebut dengan pinyaram yang berasal dari daerah Sicincin.

Pinyaram terbuat dari beras yang ditumbuk menggunakan lasuang hingga berbentuk menyerupai tepung, kemudian dicampur dengan gula pasir, gula aren dan santan. Pinyaram memiliki dua varian yaitu, pinyaram putih yang menggunakan gula pasir dan pinyaram hitam yang menggunakan gula aren. Adonan pinyaram kemudian digoreng hingga kecoklatan.

Pinyaram yang bercita rasa gurih ini biasanya disajikan dalam pelaksanaan acara adat seperti pernikahan dan batagak penghulu.

4. Galamai

Galamai_3Camilan legit yang satu ini berasal dari daerah Payakumbuh, Sumatera Barat. Galamai yang berbahan dasar tepung beras ini dimasak dengan campuran santan kelapa dan gula aren. Wajan yang berisi adonan ini dimasak di atas sebuah tungku api besar dan diaduk secara terus menerus tanpa henti selama 4 jam.

Galamai yang sudah matang memiliki rasa yang manis mirip dengan dodol khas pulau Jawa, namun memiliki perbedaan yang mencolok. Di provinsi Sumatera Barat saja, berbeda daerah yang membuat galamai, berbeda pula cita rasa yang dihasilkan meski menggunakan bahan pembuatan yang sama. Galamai biasanya disuguhkan pada pelaksanaan acara adat.

5. Palai Rinuak

palai-rinuakBagi anda pencinta kuliner berbahan dasar ikan tidak ada salahnya mencoba makanan unik khas Sumatera Barat ini. Ya, palai rinuak yang berbahan dasar ikan rinuak, parutan kelapa, dan rempah pilihan yang dipanggang ini berasal dari kampung Gasang, tepian Danau Maninjau.

Keunikan makanan ini terletak pada bahan dasarnya yang berupa ikan rinuak. Ikan rinuak yang berukuran separuh dari panjang korek api ini hanya dapat anda temukan di Danau Maninjau saja. Palai rinuak yang dapat anda nikmati secara langsung ataupun sebagai teman nasi ini, sudah menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat di Sumatera Barat.

Jika anda berkunjung ke Sumatera Barat, anda tak hanya disuguhi oleh pemandangan alamnya nan indah, namun lidah anda juga akan dimanjakan oleh berbagai macam kuliner Ranah Minang yang sudah terkenal dengan cita rasanya yang selalu berhasil menggugah selera para wisatawan. Jadi, apakah anda tertarik mencobanya? Ondeh mandeh, dijamin rasonyo lamak bana!

Related Post