Pendidikan: Kebutuhan Mutlak Bagi Umat Manusia, Benarkah?

psikologi pendidikan

Fuad Ihsani, “Pendidikan bagi kehidupan umat manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan aspirasi (cita-cita) untuk maju, sejahtera dan bahagia menurut konsep pandangan hidup mereka.”

Di sini kita sepakat dengan arti pentingnya sebuah pendidikan. Pendidikan adalah sarana untuk membentuk manusia yang seutuhnya. Manusia yang sejati yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik. Setiap negara memiliki visi kehidupan yang majemuk dan berbeda-beda, misalnya Amerika, memiliki grand vision yang berbeda, begitu pula dengan Jepang maupun negera-negara lainnya.

Sehingga sungguh suatu kemustahilan jika pendidikan di setiap negara harus disamakan sama persis. Bahkan dalam teori pendidikan yang general (bersifat umum) sekalipun, yang diterapkan di suatu negara, belum tentu bisa diterapkan di negara lainnya.

Memang dalam cara pengajaran dan penyampaian materi pendidikan bisa disamakan. Bahkan sangatlah penting untuk studi banding antara negara satu dengan lainnya. Studi banding ini dimaksudkan untuk mengambil ilmu pembanding dan mengambil hal-hal positif yang bisa diterapkan di negara kita Indonesia. Namun sekali lagi, kebanggaan akan rasa kebangsaan, rasa cinta akan negara ini, harus selalu dipupuk melalui media pendidikan yang sudah ada di negara ini.

Dan sudah saatnya negara ini bangkit menjadi negara yang super maju dengan segala potensi yang dimilikinya. Hal yang jarang sekali terekspos dan dikenali oleh bangsa kita sendiri adalah para tokoh, terutama-tokoh tokoh pendidikan. Dan ini menjadi PR bagi para praktisi pendidikan untuk lebih menonjolkan tokoh-tokoh pemikir yang berasal dari dalam negeri ini.

Negara harus mulai bisa memupuk rasa cinta yang lebih mendalam terhadap bangsa tercinta ini. Hal ini bisa diselipkan di dalam materi-materi pendidikan. Baik materi yang membahas tentang suatu tema pendidikan (IPA, IPS, Matematika, dan lain-lain), maupun dalam sebuah bingkai cerita. Hal ini agar rasa cinta, rasa bangga menjadi bangsa Indonesia lebih terpupuk dan terbina.

Jika sebuah bangsa mencintai negaranya maka ini adalah pertanda akan kejayaan sebuah bangsa dan negara. Bagi praktisi pendidikan yang memiliki wewenang dalam bidang pendidikan, anda berada pada jalur kunci kemajuan sebuah bangsa. Para guru, dosen, pengajar dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi adalah pahlawan yang patut untuk dihormati, dan dari mereka lah muncul tokoh-tokoh besar bangsa ini.