Wisata Nyaman nan Aman di Pantai Padang, Sumatera Barat

Siapa yang tak mengenal begitu memukaunya Alam Takambang di Sumatera Barat? Gunung Marapi, Gunung Singgalang, Danau Singkarak dan lainnya, sudah jadi jawaban dan alasan mengapa Sumatera Barat memang surganya wisata alam di Pulau Sumatera.

Terlebih ada berbagai destinasi wisata laut yang berpilihan ragam, salah satunya Pantai Padang. Merupakan pantai yang terletak di kota Padang, jaraknya sekitar lima menit dengan angkutan umum dari pusat kota.

Siapa yang tidak menyenangi bermain air dan melihat ombak berkejaran menuju daratan? Semua tentang pantai, membuat hari yang berat sekali pun menjadi damai, kesan matahari tenggelam atau sunset sudah terbayang ketika disebutkan kata “pantai”.

Ya, Pantai Padang merupakan destinasi yang gampang diakses, menaiki angkutan kota atau moda lainnya. Banyak sekali di setiap sorenya penduduk kota Padang menghabiskan hari sebelum menjelang malam di sana.

Dan ada beberapa tips bagi anda yang bukan berasal dari Padang atau Sumbar jika ingin bermain ria membawa keluarga.

Pertama, parkirlah kendaraan anda di tempat yang resmi serta tukang parkir yang resmi. Ini sangat penting, karena ada beberapa oknum atau preman yang tidak bertanggung jawab siap beraksi. Ada saja yang mengeluh karena pemalakan preman dari tarif parkir normal menjadi berkali-kali lipat.

Normalnya kendaraan roda dua hanya membayar Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000 dan bus pariwisata Rp 15.000.

Untuk menghindari pemalakan, parkirlah di tempat yang resmi yang biasanya ditandai dengan adanya kehadiran tukang parkir berjaket orange. Usahakan tempat resmi yang ramai pula untuk menghindari potensi tindak kriminal. Di setiap pinggir pantai bisa terlihat beberapa tukang parkir resmi, parkirlah di sana dan mintalah bantuan si uda karena mereka ramah dan siap membantu.

Kedua, setidaknya ajak anggota keluarga yang mengenal jalanan kota Padang dan bisa berbahasa minang tentunya. Padang sangat terkenal sebagai kota yang memiliki banyak simpang jalan, beberapa orang bisa tersesat karena ini. Salah satu daerah yang membingungkan adalah daerah Pondok, bahkan di sana ada simpang bercabang lima dan empat. Dengan membawa anggota keluarga (atau teman) yang paham jalanan, anda bisa lebih puas berwisata di kota Padang tanpa harus cemas tersesat.

Selain itu, banyaknya simpang-simpang bercabang, cenderung membuat kita bingung. Ini berpotensi membuat Anda lupa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas karena sibuk memikirkan arah. Sudah banyak yang kena tilang karena masalah ini. Rambu-rambu yang sering menjadi jebakan adalah larangan untuk jalan lurus atau belok kanan.

Lalu apa kegunaan berbahasa minang? Tentu untuk bertanya, bahkan orang Padang sendiri sekali pun, tidak jarang bingung mencari jalan karena rumitnya pola simpang yang bercabang. Orang Minang sangatlah ramah, dan mereka akan sangat sopan dan bersahabat jika kita berkomunikasi dengan mereka mengunakan bahasa minang karena akan dianggap sebagai urang awak atau orang-kita.

Ketiga, jika sudah sampai di pantai dan ingin membeli sesuatu, sebaiknya bertanya dulu berapa harganya. Sudah umum, setiap apa pun yang dijual di pantai Padang harganya mahal. Contohnya saja satu gelas capcin atau cappuccino cincau harganya Rp 10.000, yang normalnya hanya sekisaran Rp 5.000. Belum lagi makanan seperti nasi goreng, mie rebus dan sate. Jadi, jangan sungkan untuk bertanya sebelum membeli, karena sudah banyak cerita pengunjung harus membayar lebih dari tarif normal makanan dan minuman, karena tidak bertanya harga terlebih dahulu.

Di pantai Padang ini, ada jejeran payung besar dengan tinggi kurang lebih satu meter dan di bawahnya tersedia dua hingga empat kursi santai, berjejer panjang, sepanjang garis pantai. Biasanya kita harus membeli sesuatu dulu dari penyedia tempat seperti makanan atau minuman, baru lah nanti bisa duduk di sana.

Tanyalah harga dulu, usahakan untuk bayar di muka, sehingga ketika pulang anda tak disibukkan lagi dengan masalah pembayaran. Sekali lagi gunakanlah bahasa Minang karena kunci berwisata di seluruh objek wisata di Sumbar adalah berbahasa Minang.

Tips terakhir, ingatlah barang-barang bawaan seperti dompet, ponsel, tablet, kamera. Janganlah terlalu show-off atau diperlihatkan karena di tempat keramaian, di mana-mana, potensi tindak kriminal juga meningkat. Gunakanlah barang anda seminimal mungkin, jika pun ingin berfoto gunakan saja kamera ponsel hasilnya pun tetap baik dan cerah.

Kesimpulannya, dalam berwisata Anda tetap waspada. Semoga tips di atas cukup membantu kenyamanan anda selama berwisata di pantai Padang.