Anggapan yang Sering Salah tentang Gunung Marapi

Salah satu gunung yang sering didaki oleh pendaki gunung di Sumatera barat dan sekitarnya salah satunya adalah Gunung Marapi. Gunung Marapi terletak diantara Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam dan Kotamadya Padang Panjang. Walaupun gunung ini paling banyak didaki oleh pendaki gunung di Sumatera Barat dan sekitarnya tetapi ada banyak anggapan yang sering salah tentang Gunung Marapi ini. Apa saja anggapan yang sering salah tentang Gunung Marapi dan apa fakta yang sebenarnya?

1. Gunung Marapi atau Merapi?

Di Indonesia ada begitu banyak gunung terutama gunung berapi. Karena banyaknya gunung di Indonesia sehingga penyebutan namanya saja sering ada yang salah. Gunung Marapi misalnya, Gunung yang mencapai ketinggian 2891 mdpl ini sering disebut dengan Gunung Merapi. Salah satu contohnya saja saat membuat lokasi di status Facebook, banyak yang mengatakan bahwa sedang berada di Gunung Merapi padahal dia sendiri sedang berada di Gunung Marapi. Yang parahnya lagi ada yang mengatakan berada di Gunung Merapi, Sumatera Barat. Baca Juga: Alasan Mengapa Pergi Mendaki Gunung

Padahal fakta yang sebenarnya adalah di Sumatera Barat tidak ada sama sekali gunung yang bernama Gunung Merapi. Gunung-gunung yang terletak di Provinsi Sumatera Barat adalah Gunung Singgalang, Marapi, Tandikek, dan Talamau. Jadi gunung yang sering dikatakan sebagai Gunung Merapi di oleh sebagin orang adalah Gunung Marapi. Untuk diketahui bahwa Gunung Merapi itu terletak di Provinsi Jawa Tengah bukan di Sumatera Barat.

2. Sejarah Tugu Abel Tasman

Anggapan yang sering salah tentang pendaki Gunung Marapi adalah tentang sejarah Tugu Abel Tasman. Para pendaki gunung di Indonesia biasanya sebelum mendaki sering mencari referensi melalui internet termasuk tentang sejarah Tugu Abel Tasman. Di internet banyak yang mengatakan bahwa Almarhum Abel Tasman meninggal karena tertimpa batu saat menyelamatkan seorang wanita.

Hargailah monumen dan janganlah berfoto didalam pagar Tugu Abel Tasman.

Padahal faktanya adalah Almarhum Abel Tasman meninggal bukan karena tertimpa batu saat menyelamatkan seorang wanita. Mengutip salahsatu postingan di grup Ikatan Pendaki Gunung Sumatera Barat mengatakan bahwa Almarhum Abel Tasman meninggal tertimpa batu seukuran bola kaki ketika Gunung tersebut meletus pada tahun 1992. Sebelumnya di Tugu Abel Tasman tertuliskan bahwa wafatnya pada tahun 1994 tapi saat ini sudah diganti menjadi tanggal dan tahun yang sebenarnya yaitu pada 5 Juli 1992. Baca juga: 5 Aplikasi Wajib Bagi Traveller SejatiAlasan Mengapa Pergi Mendaki Gunung

3. Puncak Merpati puncak yang tertingi

Anggapan yang sering salah tentang Gunung Marapi selanjutnya adalah tentang puncak tertinggi. Banyak para pendaki yang mengatakan bahwa puncak yang tertinggi di Gunung Marapi adalah Puncak Merpati dengan ketinggian 1892 mdpl.

Fakta yang sebenarnya adalah puncak yang tertinggi di Gunung Marapi adalah puncak Garuda dengan ketinggian 1892 mdpl sedangkan puncak Merpati merupakan puncak terendah di Gunung Marapi. Puncak tertinggi kedua di Gunung Marapi adalah Puncak Elang. Baca juga: 8 Hal yang Bisa Dilakukan Pendaki Untuk Menjaga Kebersihan Gunung

Itulah beberapa anggapan yang sering salah tentang Gunung Marapi, jadi setelah ini jangan sampai salah lagi. Apalagi mengatakan Gunung Marapi dengan Gunung Merapi. Dan jangan lupa bawa turun sampah kembali kebawah. Masih Sering Berfoto Dengan Kertas Ucapan? Kampungan. Sekarang Kamu Bisa Gunakan Aplikasi Ini

Dozi Adiguna adalah seorang yang suka bekerja secara online seperti menjadi penulis blog, mengikuti lomba online, Berjualan online selain itu juga suka travelling untuk refresing otak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here