Apa itu Synthesizer?

Synthesizer atau biasa disingkat dengan ‘synth’ adalah instrumen musik yang menghasilkan suara secara elektronis, alih-alih secara mekanis.

Suara yang dihasilkan dapat dimanipulasi sedemikian rupa, sehingga menghasilkan jumlah suara yang hampir tak terbatas.

Keunggulan utama dari sebuah synthesizer adalah bahwa ia dapat menghasilkan hampir semua suara instrumen apa saja, hanya dari satu perangkat. Menambahkan violin, trumpet, saxophone, gitar bass, ringkik kuda, desau angin, sirine ambulance….. dapat Anda lakukan dengan sangat mudah.

Hampir tidak ada batasan apa yang bisa Anda peroleh dari sebuah synthesizer. Oleh karena itu, ini adalah perangkat yang wajib Anda miliki di studio Anda.

Anda dapat menambahkan perangkat ini melalui sebuah MIDI interface (antarmuka / koneksi MIDI), baik dengan unit terpisah maupun dari fungsi I/O MIDI yang ada pada audio interface.

Memiliki kemampuan MIDI pada studio Anda, memberi Anda kontrol leluasa dalam memanipulasi sound yang dihasilkan hanya dengan beberapa pengaturan yang mudah.

Jangan khawatir jika Anda belum familiar dengan dunia MIDI, silakan baca dasar-dasar MIDI untuk menjawab semua pertanyaan Anda tentang apa itu MIDI.

Synth Hardware vs Synth Sofware

Synthesizer datang dalam 2 ‘rasa’, yaitu berbasis hardware dan berbasis software atau yang biasa disebut dengan istilah soft-synth.

Oleh karena soft-synth tidak memiliki input secara fisik (seperti sebuah piano digital), maka Anda masih memerlukan sebuah MIDI Controller sebagai alat masukannya.

Anda masih bingung? Baiklah saya tegaskan: Soft-synth hanya ada secara virtual di komputer Anda! Ia bisa berupa plug-in bawaan dari aplikasi audio Anda, maupun Anda beli secara terpisah.

Karena itu, untuk memainkan soft-synth, Anda butuh perangkat fisik sebagai input (untuk memainkan not) dan software dari synth itu sendiri.

Sedangkan synthesizer hardware berbeda. Selain ia memiliki port I/O MIDI, ia juga memiliki line-out yang bisa disambungkan ke input pada audio interface. Ia juga memiliki bank suara yang dapat dimainkan melalui tuts keyboard yang ada.

Jika Anda telah akrab dengan piano, maka mungkin Anda tidak menyukai synth versi software. Namun bagaimanapun, soft-syn ditambah sebuah MIDI Controller benar-benar menjadi solusi yang jauh lebih murah untuk kebutuhan sound studio rekaman Anda.

Untuk pembahasan lebih detil untuk masing-masing jenis synth ini, silakan baca:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here