Synthesizer Software

Synth berbasis software (biasa disingkat dengan istilah ‘softsynth' atau instrumen virtual) dapat Anda gunakan melalui Digital Audio Workstation dan dikendalikan melalui sebuah MIDI Controller. Sesungguhnya,

Gee John

synthesizer software dari native instrument

Synth berbasis (biasa disingkat dengan istilah ‘softsynth' atau instrumen virtual) dapat Anda gunakan melalui Digital Audio Workstation dan dikendalikan melalui sebuah MIDI Controller.

Sesungguhnya, ia adalah kumpulan samples (sound yang telah direkam sebelumnya) atau model sound yang men-simulasikan beragam sound.

Dengan kata lain, Anda dapat meletakkan samples dari salah satu jenis instrumen ke dalam komputer Anda, lalu memanggil sound-sound tersebut dengan sebuah controller melalui antarmuka MIDI.

Tapi itu baru awal dari ‘kehebatan' softsynth.

Anda dapat memainkan notasi bass ke komputer lalu, mengambil sample untuk memainkan notasi tersebut sebagai slap bass, atau organ blues, atau steel drum….!

Suara yang Anda dengar dihasilkan oleh data MIDI di komputer, lalu diputar sebagai musik oleh komputer pula.

Kelebihan lainnya adalah memungkinkan Anda menggunakan keyboard (atau mouse) sebagai MIDI controller guna memainkan sound yang ada. Fleksibilitas yang sangat bagus.

Softsynth juga sama sekali tidak memakan tempat di ruang studio Anda, alih-alih ia mengambil ruang memori komputer Anda. Jadi dalam hal ini, antara synth hardware dan softwynth tidaklah berbeda sama sekali.

Namun demikian, karena ia 100% berbasis software, Anda perlu mempertimbangkan kekuatan komputer Anda sendiri untuk memilih cara ini. Sementara synth berbasis hardware memainkan sample menggunakan prosesor sendiri, softsynth menggantungkan sepenuhnya pada prosesor komputer Anda.

Jika komputer tidak cukup bertenaga untuk menangani beban kerja ini, maka mungkin Anda menemukan peningkatan pada latency saat menggunakan softsynth.

Dengan kata lain, waktu antara Anda menekan tuts pada keyboard dan suara yang terdengar, ada jeda atau delay. Delay ini benar-benar sangat mengganggu, terutama jika angka latency-nya di atas 30 ms.

Dan seperti semua jenis software lainnya, softsynth relatif lebih rewel dibandingkan sample yang digunakan pada berbasis hardware. Tapi, ini biasanya dapat diatasi dengan bermacam cara, seperti pengaturan latency, meningkatkan kemampuan komputer, memperbarui driver dan sebagainya.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, softsynth tetap saja merupakan pilihan bagus untuk digunakan di studio Anda.

Related Post